Kelebihan Gula dan Garam, Awas Imunitas Tubuh Menurun

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi makanan manis (pixabay.com)

    Ilustrasi makanan manis (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Batas konsumsi gula, garam dan lemak atau GGL yang dianjurkan oleh Kementerian Kesehatan RI per orang sebanyak 50 gram atau 4 sendok makan gula, 2000 miligram natrium atau sodium setara dengan 5 gram atau 1 sendok teh), dan untuk lemak hanya 67 gram atau 5 sendok makan setiap hari.

    Namun pada kenyataannya GGL sering dikonsumsi lebih dari standar yang ditetapkan.  Padahal menurut Ahli Gizi Rita Ramayulis kelebihan GGL bisa berpengaruh pada imunitas tubuh kita, khususnya di masa pandemi Covid-19.

    "Gula bisa menghalangi vitamin C masuk ke dalam sel, sehingga tidak ada perlindungan dari paparan virus. insulin menjadi resisten," ucap Rita dalam diskusi yang digelar P2PTM Kemenkes RI bertema "Cerdas Memilih Makanan dan Minuman untuk Cegah Faktor Risiko PTM dan Tingkatkan Imunitas Selama Pandemi Covid-19" Kamis 30 April 2020.

    Selain itu kelebihan gula juga dapat meningkatkan jumlah mikroba negatif, menurunkan jumlah mikroba positif dan berujung melemahkan kerja sel darah putih dalam fagositosis. Supaya gula tidak menghalangi masuknya vitamin C dalam tubuh. Rita menyarankan agar Anda mengubah pola konsumsi gula. Misalnya tidak lagi konsumsi menu yang mengandung gula tinggi, mengurangi gula saat membeli minuman manis atau membuat minuman manis di rumah, serta mengganti krim kental manis dengan susu UHT.

    Tak hanya gula, garam juga dapat membuat imunitas tubuh kita menurun. Saat mengkonsumsi  makanan tinggi garam kemudian disaring oleh ginjal dan dieksresikan dalam urine. Ginjal memiliki sensor natrium klorida yang mengaktifkan fungsi ekskresi garam. "Konsumsi natrium berlebih dapat menyebabkan glukokortikoid menumpuk yang mengakibatkan fungsi granulosit terhambat. Lalu imunitas tubuh kita pun menurun," papar Rita.

    Rita menyarankan agar Anda mengubah asupan garam dengan mengurangi pemakaian aneka saos, modifikasi penggunaan bumbu pada mi instan, mengurangi konsumsi makanan instan, dan mengurangi konsumsi sosis.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Silang Pendapat tentang RUU PKS

    Fraksi-fraksi di DPR berbeda pendapat dalam menyikapi Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual atau RUU PKS. Dianggap rumit.