Manfaat Mengajak Anak Masak untuk Kemampuan Motorik dan Kognitif

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak dan ibu memasak bersama. shutterstock.com

    Ilustrasi anak dan ibu memasak bersama. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Puasa Ramadan di tengah pandemi virus corona baru (COVID-19) membuat masyarakat punya lebih banyak waktu untuk menyiapkan makanan bernutrisi untuk keluarga. Ini juga ajang yang tepat untuk melibatkan anak berkutat di dapur, membuat mereka lebih tertarik memasak dan menyantap makanan sehat.

    Dilansir Arab News, Kamis, 30 April 2020, banyak orang tua yang menganggap dapur adalah tempat belajar yang tepat bagi anak karena dapat membuat mereka menggunakan panca indera. Anak dapat mencicipi berbagai rasa, memegang beragam tekstur makanan, mencium bau juga melihat bahan-bahan makanan yang bervariasi.

    Langkah pertama dalam mengajak si kecil ikut berkutat di dapur adalah menciptakan lingkungan yang aman. Amankan dulu benda-benda tajam, panci berat dan cairan panas.

    Selanjutnya, biarkan anak mengeksplorasi dan menikmati aktivitas di dapur. Bukan tak mungkin hasilnya akan berantakan, tapi orang tua patut mengingat pengalaman ini akan bermanfaat bagi pertumbuhan anak.

    Mencampurkan bahan makanan hingga memakai cetakan untuk adonan kue bisa mengasah kemampuan motorik anak yang bermanfaat untuk aktivitas seperti menulis, mewarnai dan menggunting di sekolah.

    Memasak adalah aktivitas yang bisa membuat anak mengembangkan kemampuan kognitif. Anak bisa belajar mengikuti instruksi, mengatasi masalah, membuat prediksi dan observasi.

    Dilansir New York Times, melibatkan anak dalam memasak dapat membuat mereka lebih memahami bahan-bahan makanan yang sehat untuk tubuh. Bila anak sulit makan, ada peluang mereka tertarik mencicipi ketika terlibat dalam proses memasak sejak awal.

    Anak pun akan terdorong untuk menyantap makanan sehat dan bisa menghabiskan waktu berkualitas bersama orang tua di dapur, seperti dikutip dari WebMD.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.