Makanan Beku Minim Nutrisi dan Pakai Pengawet? Ini Faktanya

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi makanan beku (Pixabay.com).

    Ilustrasi makanan beku (Pixabay.com).

    TEMPO.CO, Jakarta - Makanan beku atau frozen food sering jadi pilihan Anda yang tak memiliki banyak waktu untuk memasak. Selain praktis, makanan beku kini tersedia dalam berbagai jenis, mulai dari sayuran, buah, ikan, hingga daging.  

    Akan tetapi, sebagian orang berpendapat bahwa makanan beku tidak lebih baik daripada makanan segar. Padahal pembekuan tak selalu akan mempengaruhi jumlah kalori, serat, lemak, protein, gula atau jumlah mineral dalam makanan. Namun, terdapat kemungkinan bahwa proses pembekuan makanan mempengaruhi kadar beberapa vitamin, seperti vitamin C yang menjadi lebih tinggi. Namun sebagian besar nilai gizi tetap dipertahankan setelah pembekuan.

    Tak banyak yang tahu bahwa nutrisi pada makanan segar juga sebenarnya mudah dihancurkan oleh cahaya, suhu, dan udara. Proses pembekuan dapat mencegah hilangnya nutrisi pada makanan tersebut secara lebih lanjut.

    Ditambah lagi, buah dan sayur yang akan dibekukan dipetik dalam puncak kematangan ketika paling bergizi. Selanjutnya, makanan tersebut pun dibekukan secara cepat sehingga kandungan nutrisi yang ada di dalamnya tetap terjaga.

    Lain halnya dengan sayur dan buah segar yang umumnya dipetik sebelum matang agar tidak membusuk ketika dijual. Akan tetapi, tekstur dan rasa makanan yang telah dibekukan mungkin akan berbeda dengan yang segar.

    Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics menemukan bahwa orang yang secara teratur mengonsumsi makanan beku memiliki 253 kalori dan 2,6 gram lemak jenuh lebih rendah per hari dibanding dengan orang yang mengonsumsi makanan cepat saji.

    Selain itu, orang dewasa yang mengonsumsi makanan beku juga memiliki asupan nutrisi harian penting yang lebih tinggi, seperti protein, serat, dan kalium. Namun, bukti menunjukkan bahwa makanan segar dan beku memiliki kandungan nutrisi yang serupa.

    Meski nutrisinya makanan beku terbukti aman, orang-orang merasa takut untuk mengonsumsi makanan beku karena sempat tersiar kabar jika makanan tersebut menggunakan bahan pengawet. Perlu Anda ketahui bahwa proses pembekuan dapat membuat makanan menjadi lebih awet tanpa menggunakan bahan pengawet kimia.

    Bahkan teknik ini sudah digunakan sejak dulu sebagai cara alami dalam mengawetkan makanan oleh manusia purba dengan memanfaatkan gua es. Akan tetapi, bacalah label pada kemasan makanan beku yang Anda beli guna memastikan apakah ada tambahan pengawet atau tidak di dalamnya.

    Membekukan makanan tak dapat membunuh bakteri yang ada dalam makanan tersebut, tetapi hanya menonaktifkannya saja. Pastikan Anda tidak mencairkan makanan dengan meletakkannya di suhu ruangan selama satu atau dua jam karena dapat mengaktifkan atau menumbuhkan bakteri.

    Pastikan Anda tidak mengonsumsi makanan beku setiap hari. Sebab, berbeda dengan di Eropa atau Amerika, kebanyakan frozen food yang dijual di Indonesia merupakan makanan olahan, seperti bakso, sosis, nugget, atau kentang yang siap digoreng. Dikhawatirkan makanan tersebut mengandung berbagai zat aditif yang dapat berbahaya bagi kesehatan tubuh.

    SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.