Cerita Erlina Burhan Jalani Peran Dokter dan Ibu Rumah Tangga

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dokter spesialis paru RSUP Persahabatan Erlina Burhan (Instagram/@erlinaburhan)

    Dokter spesialis paru RSUP Persahabatan Erlina Burhan (Instagram/@erlinaburhan)

    TEMPO.CO, Jakarta - Peringatan Hari Kartini tahun ini berlangsung di tengah pandemi Covid-19. Meski nuansanya berbeda, makna perjuangan Kartini yang selalu relevan dengan zaman masih terasa kental. Sebab, ada sosok perempuan-perempuan hebat di garda terdepan. Di antaranya mereka adalah dokter spesialis paru Erlina Burhan.

    Dokter dari RSUP Persahabatan ini sering tampil di media sejak wabah virus corona melanda dunia. Sebagai juru bicara Tim Penanganan Covid-19 RSUP Persahabatan, dia memberikan edukasi hingga perkembangan terkini pandemi ini.

    Di luar pekerjaannya sebagai tenaga medis, dia seorang ibu rumah tangga yang memiliki anak. Tentu saja selain bertanggung jawab dalam pekerjaan, Erlina juga punya tanggung jawab di rumah. Tapi, di masa pandemi, dia lebih banyak menghabiskan waktunya untuk pekerjaan.

    "Kalau saya di rumah minimal menanyakan hari ini belajar apa saja, jadi tahu perkembangannya. Tentu saya yakin ibu-ibu yang memang full time di rumah ini bisa maksimal mendampingi anak-anaknya belajar di rumah," ucap Erlina dalam konferensi pers BNPB di Jakarta, tepat di Hari Kartini, Selasa 21 April 2020.

    Erlina bercerita bahwa ia memiliki anak yang sudah kuliah dan dua lagi masih SMA. Mereka semua belajar di rumah karena pandemi corona. Erlina mengaku memang tidak punya banyak waktu untuk mendampingi karena bekerja di rumah sakit.

    Berbeda dengan Erlina, ibu yang di rumah saja tentu bisa berbuat lebih banyak untuk keluarga, termasuk mengedukasi anak-anak tentang pandemi ini, mulai dari alasan harus cuci tangan, harus pakai masker, dan harus jaga jarak. Para ibu juga perlu menyiapkan makanan bergizi seimbang untuk keluarga.

    Peran Erlina semakin bertambah sebab dia merupakan tenaga kesehatan yang perlu memberikan edukasi kepada keluarga, saudara, dan lingkungan.

    "Misalnya kalau ada tukang sayur depan rumah bisa memberikan edukasi bagaimana pencegahannya Covid-19, kemudian juga kepada tetangga bisa melalui WhatsApp Group termasuk juga grup arisan," ucap dokter berusia 56 tahun itu.

    Seperti dia, perempuan selain tenaga kesehatan juga punya peran di masyarakat di masa pandemi ini, misalnya memastikan anggota masyarakat atau individu melakukan isolasi diri di rumah. Kemudian bisa ikut memberikan semangat da mengedukasi orang sekitarnya agar stigma terhadap tenaga kesehatan dan pasien bisa diminimalisasi, kalau bisa dihilangkan.

    Erlina juga berpesan kepada perempuan Indonesia untuk berperan sebagai apa pun yang dia bisa. Baik besar atau kecil, peran itu sangat berarti untuk bangsa di tengah menghadapi pandemi.

    Khusus untuk para perempuan tenaga kesehatan, Erlina berpesan agar menjaga kesehatan. Sebab, mereka tidak hanya menghadapi pasien di rumah sakit, tapi juga keluarga di rumah

    "Saya mengucapkan selamat kepada para perempuan Indonesia, Anda semua adalah pahlawan di keluarga dan juga pahlawan di tempat masing-masing," kata Erlina Burhan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jumlah dan Asal mikrobioma di Tubuh Manusia

    Tubuh manusia merupakan rumah bagi 100 triliun mikroba. Ada yang baik, ada yang buruk. Dari mana datangnya? Berapa total beratnya?