Perawatan Mengencangkan Kulit HIFU, Apa Bedanya dengan Facelift?

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wajah wanita yang mulus bersih dan segar. shutterstock.com

    Ilustrasi wajah wanita yang mulus bersih dan segar. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Ada beberapa prosedur yang dilakukan untuk mengencangkan kulit wajah tanpa menggunakan saayatan, salah satunya HIFU. HIFU atau high-intensity focused ultrasound yang tengah naik daun ini menggunakan energi ultrasonik yang mendorong produksi kolagen agar kulit terlihat lebih kencang.

    Energi ultrasonik menargetkan jaringan kulit di bawah lapisan permukaan. Energi tersebut memicu jaringan kulit menjadi panas dan akan menyebabkan ‘kerusakan’ selular. Kerusakan inilah yang akan merangsang sel untuk menghasilkan lebih banyak kolagen.

    Dengan kolagen yang meningkat, kulit akan terlihat lebih kencang. Kerutan di wajah juga akan bisa berkurang.

    Manfaat HIFU treatment antara lain mengurangi kerutan, mengencangkan kulit kendur di leher, membantu pengangkatan pipi, alis, dan kelopak mata, dan mempertegas garis rahang. Selain itu, HIFU dapat mengencangkan bagian décolletage (area dada atas termasuk garis leher dan belahan payudara) dan menghaluskan kulit.

    Walau begitu, tak semua orang cocok dengan HIFU treatment. Prosedur ini efektif untuk orang yang berusia lebih dari 30 dengan kerusakan kulit yang bersifat ringan hingga sedang. Sementara itu, orang dengan kerusakan kulit yang parah akan memerlukan tindakan beberapa kali sebelum merasakan hasilnya.

    Orang lanjut usia dengan masalah kulit wajah yang sangat berat mungkin tidak cocok untuk menjalani HIFU dan memerlukan tindakan bedah, agar lebih sesuai dengan ekspektasi.

    HIFU memiliki perbedaan dengan facelift, prosedur yang sama-sama bertujuan untuk mengencangkan kulit wajah. Berikut ini plus minus HIFU dan facelift yang bisa Anda pertimbangkan

    Facelift
    - Bersifat invasif, yakni memerlukan sayatan di kulit wajah
    - Waktu pemulihan sekitar 2-4 minggu
    - Risiko: risiko anestesi, perdarahan, infeksi, gumpalan darah, nyeri dan jaringan parut, bulu rontok di area sayatan
    - Efektivitas: 97,8 persen pasien menyebutkan peningkatan penampilan wajah yang amat baik atau melampaui ekspektasi setelah satu tahun, berdasarkan sebuah riset dalam jurnal Plastic and Reconstructive Surgery

    HIFU
    - Bersifat non-invasif
    - Waktu pemulihan yang cepat dan memungkinkan pasien langsung beraktivitas beberapa jam setelah prosedur
    - Risiko: kemerahan dan pembengkakan ringan
    - Efektivitas: 94% pasien menggambarkan peningkatan penampakan kulit setelah 3 bulan, dalam riset yang dimuat di jurnal Annals of Dermatology

    SEHATQ


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.