Batas Penundaan Imunisasi Anak saat Pandemi Corona, Jangan Lewat

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Imunisasi. TEMPO/Fully Syafi

    Ilustrasi Imunisasi. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Jakarta - Pandemi virus corona baru atau Covid-19 dan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB berdampak pada penundaan jadwal imunisasi anak, terutama yang berusia 1 bulan sampai 18 bulan. Padahal, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO sudah menegaskan bahwa imunisasi anak tidak boleh tertunda dalam waktu yang lama. 

    Menurut Hartono Gunardi, Konsultan Tumbuh Kembang Pediatri Sosial, kendala yang diakibatkan oleh Covid-19 mendorong orang tua harus mengikuti protokol yang berlaku dalam melakukan imunisasi.

    Dia menegaskan, penundaan pemberian vaksin pada anak memang bisa dilakukan dalam jangka waktu tertentu. Umumnya penundaan paling lama jadwal imunisasi antara 1 bulan sampai 3 bulan tergantung dari jenis imunisasi yang akan diakses. Jika dalam keadaan darurat dan sudah melampaui tenggat waktu penundaan, orang tua perlu tetap ke fasilitas kesehatan mengakses imunisasi.

    Syaratnya, faskes dan rumah sakit yang dituju harus rumah sakit yang bebas Covid-19 alias bukan rumah sakit rujukan, dan menjalankan prosedur klinis setiap hari.

    Faskes dan rumah sakit yang dituju juga harus dipastikan punya protokol pengamanan kesehatan, misalnya pemisahan ruang antara pasien dan orang sehat. Faskes dan rumah sakit harus dipastikan menyediakan hand sanitizer yang berbahan dasar alkohol.

    “Maka untuk pergi imunisasi, kita harus memperhatikan keadaan sekitar, status lingkungan kita. Lalu jika kita melakukan imunisasi di rumah sakit, maka orangtua perlu menjaga jarak 1-2 meter dengan pengunjung lain di rumah sakit, begitu pula anak harus dipisahkan dari anak yang sedang sakit dengan yang sehat,” kata Hartono, dalam konsultasi online membahas tentang penundaan imunisasi anak selama musim pandemi Covid-19 yang diselenggarakan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Selasa, 7 April 2020. 

    Sebelum memutuskan pergi ke fasilitas kesehatan, orang tua perlu mengecek status angka kejadian Covid-19 di lingkungan rumah. Dia menganjurkan penundaan imunisasi perlu dilakukan jika angka kejadian Covid-19 masih menunjukkan tren kenaikan yang signifikan.

    Sebaliknya, jika kejadian Covid-19 sudah mulai stabil dan menurunkan kecenderungan turun, suasana mulai cukup kondusif untuk mengajak anak keluar ke faskes.

    “Maka penting orangtua untuk juga melakukan penjadwalan dan pengecekan ke faskes terkait, membuat janji melalui telepon sebelum pergi untuk imunisasi,” tuturnya.

    Dia juga menegaskan pentingnya bagi orangtua melaksanakan protokol keluar rumah selain menjaga jarak juga mengenakan masker. Pengenaan masker juga harus diberikan kepada anak. Orangtua dan anak tidak menyentuh area wajah dan harus sering melakukan cuci tangan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekaman 8 Menit 46 Detik Drama Kematian George Floyd

    Protes kematian George Floyd berkecamuk dari Minneapolis ke berbagai kota besar lainnya di AS. Garda Nasional dikerahkan. Trump ditandai oleh Twitter.