Bahaya Corona, Berisiko Alami 10 Komplikasi Jika Terinfeksi

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi virus corona atau Covid-19. REUTERS

    Ilustrasi virus corona atau Covid-19. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebagian besar infeksi virus corona baru atau covid-19 bersifat ringan hingga sedang, menurut data yang dipublikasikan. Namun di satu sisi, angka kematian akibat penyakit ini pun terus meningkat. Kematian tersebut banyak yang dipicu oleh komplikasi corona.

    Ada berbagai penyakit yang bisa muncul sebagai komplikasi dari infeksi virus corona. Selain yang berhubungan dengan pernapasan, penyakit jantung serta kerusakan hati hingga ginjal juga bisa menjadi komplikasi Covid-19 yang perlu diwaspadai. Tentu, tidak semua orang yang positif corona pasti akan mengalami komplikasi parah. Hanya saja, beberapa kelompok individu memang berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi akibat corona. 

    Bagi sebagian besar orang, gejala yang muncul akibat infeksi virus corona memang dirasa tidak terlalu berat. Beberapa di antaranya bahkan bisa dirawat sendiri di rumah. Namun sayangnya, tidak semua kondisi penderita infeksi ini dapat menjalani perawatan sendiri di rumah hingga sembuh. Tapi bagi kelompok individu rentan seperti lansia dan pengidap penyakit penyerta seperti penyakit jantung atau diabetes, infeksi Covid-19 bisa berkembang menjadi kondisi yang sangat parah.

    Daftar komplikasi akibat corona

    1. Pneumonia
    Pneumonia
     akan menyebabkan kantung udara yang ada di paru-paru meradang dan membuat Anda sulit bernapas. Pada sebuah riset pada pasien positif Covid-19 yang kondisinya parah, terlihat bahwa paru-parunya terisi oleh cairan, nanah, dan sisa-sisa atau kotoran sel. Hal ini menghambat oksigen yang seharusnya diantarkan ke seluruh tubuh. Padahal, oksigen sangat dibutuhkan agar berbagai organ di tubuh bisa menjalankan fungsinya. Jika tidak ada oksigen, maka organ tersebut akan rusak.

    2. Gagal napas akut
    Saat mengalami gagal napas, tubuh tidak bisa menerima cukup oksigen dan tidak dapat membuang cukup banyak karbon dioksida. Kondisi gagal napas akut terjadi pada kurang lebih 8 persen pasien yang positif Covid-19 dan merupakan penyebab utama kematian pada penderita infeksi virus corona.

    3. Acute respiratory distress syndrome (ARDS)
    ARDS adalah salah satu komplikasi corona yang cukup umum terjadi. Menurut beberapa penelitian yang dilakukan di Tiongkok, sekitar 15 sampai 33 persen pasien mengalaminya. ARDS akan membuat paru-paru rusak parah karena penyakit ini membuat paru-paru terisi oleh cairan. Akibatnya, oksigen akan susah masuk, sehingga menyebabkan penderitanya kesulitan bernapas hingga perlu bantuan ventilator atau alat bantu napas.

    4. Kerusakan hati akut
    Meski virus corona menyebabkan infeksi di saluran pernapasan, tapi komplikasinya bisa menjalar hingga ke organ hati. Orang dengan infeksi corona yang parah berisiko paling besar mengalami kerusakan hati.

    5. Kerusakan jantung
    Covid-19 disebut bisa menyebabkan komplikasi yang berkaitan dengan jantung. Gangguan jantung yang berisiko muncul antara lain aritmia atau kelainan irama jantung, dan miokarditis atau peradangan pada otot jantung.

    6. Infeksi sekunder
    Infeksi sekunder adalah infeksi kedua yang terjadi setelah infeksi awal dan tidak berhubungan dengan penyakit yang awalnya diderita. Misalnya, Covid-19 adalah infeksi yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2. Lalu, penderitanya kemudian mengalami infeksi lain yang disebabkan oleh bakteri staphylococcus atau streptococcus. Pada pasien Covid-19, komplikasi ini jarang terjadi, tapi masih berpotensi untuk muncul. Sebagian ada yang ringan dan bisa sembuh. Namun, sebagian lagi mengalami infeksi sekunder yang parah hingga menyebabkan kematian.

    7. Gagal ginjal akut
    Komplikasi corona yang satu ini jarang terjadi. Namun saat muncul, komplikasi tersebut bisa sangat berbahaya. Jika fungsi ginjal sampai terganggu, maka dokter mungkin saja melakukan proses cuci darah hingga kondisi ini sembuh. Namun terkadang, kondisi ini tidak bisa disembuhkan dan membuat penderitanya terkena gagal ginjal kronis dan butuh perawatan jangka panjang.

    8. Syok septik
    Syok septik terjadi ketika respons tubuh terhadap infeksi malah salah sasaran. Jadi, bukannya menghancurkan virus penyebab penyakit, zat-zat kimia yang dibuat tubuh justru menghancurkan organ yang sehat. Jika proses ini tidak segera berhenti, tekanan darah akan turun drastis hingga pada tahap yang berbahaya dan menyebabkan kematian.

    9. Disseminated intravascular coagulation (DIC)
    Penyakit ini akan membuat proses pembekuan darah terganggu. Sehingga, tubuh akan membentuk gumpalan-gumpalan darah yang tidak pada tempatnya. Hal ini bisa menyebabkan perdarahan pada organ dalam atau gagal organ vital (gagal ginjal, gagal hati, gagal jantung, dan lainnya). Di Tiongkok, penyakit ini umum dialami oleh pasien yang meninggal akibat infeksi Covid-19.

    10. Rhabdomyolisis
    Penyakit ini sebenarnya sangat jarang terjadi. Namun, para dokter dan peneliti menilai penyakit ini perlu dimonitor pada pasien-pasien berisiko tinggi yang positif Covid-19. Pada rhabdomyolisis, jaringan otot akan rusak dan mati. Hal ini menyebabkan protein dalam sel yang disebut myoglobin menjadi tumpah memenuhi aliran darah. Jika ginjal tidak bisa menyaring myoglobin dengan baik, maka akan terjadi kerusakan fungsi di tubuh dan mengakibatkan kematian.

    SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.