Pagar Tanaman Bisa Jadi Pelindung Privasi di Rumah, Ini 8 Idenya

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Taman sebagai ruang privat, karya Think Outside Gardens // thinkoutsidegardens.com.au

    Taman sebagai ruang privat, karya Think Outside Gardens // thinkoutsidegardens.com.au

    TEMPO.CO, Jakarta - Jika Anda ingin membuat pagar penutup yang menyediakan area privat di area outdoor, namun tetap menginginkan suasana lapang, tidak terkungkung, dan asri? Anda bisa membuat pagar tanaman yang natural. Ya, Anda bisa  membuat pagar privasi dari tanaman hidup.

    Pagar tanaman memiliki peran yang sama dengan pagar masif, yakni membatasi wilayah, menghalangi pandangan, serta menjaga privasi. Dalam dunia lanskap, ada banyak pilihan tanaman untuk pagar. Namun, umumnya karakter tanaman yang kerap dipilih adalah yang bercabang melebar atau rimbun sehingga meminimalisasi celah.

    Sebagai referensi, berikut beberapa contoh pengaplikasian pagar tanaman di rumah

    1. Tanaman Bambu Air

    Taman sebagai tempat bersantai, karya Matt Clawson // houzz.com

    Tanaman bambu air (Equisetum hyemale) memang tidak memiliki cabang. Namun, karakternya yang tumbuh berumpun menjadikan tanaman ini kerap dipilih sebagai tanaman pagar. Bambu air juga bisa tumbuh tinggi hingga 1,5 meter dan bisa dipotong ujungnya sesuai dengan ketinggian yang diinginkan. Secara tampilan, bambu air juga cukup membawa kesan mewah yang cocok untuk berbagai tema desain taman.

    2. Pagar Tinggi dengan Pohon Cemara

    Taman dengan barisan pohon cemara, karya Cording Landscape Design // houzz.com

    Pohon dengan karakter vertikal seperti cemara adalah pilihan tepat jika Anda ingin membuat pagar tanaman layaknya dinding yang tinggi. Ditanam dengan jarak cukup rapat bahkan berlapis, akan memaksimalisasi fungsinya sebagai pagar. Tak heran, jika pohon cemara sering dipilih sebagai pembatas area yang membutuhkan privasi sangat tinggi seperti kolam renang. 

    3. Pagar dengan Tanaman Rambat

    Taman rambat sebagai penutup privasi, karya greenery:nyc // greenerynyc.com

    Tanaman rambat termasuk pilihan yang paling fleksibel untuk menciptakan pagar atau pembatas pada ruang terbuka, baik itu di taman, balkon, atau rooftop. Tipe tanaman rambat cukup mudah dalam perawatan dan praktis untuk area yang terbatas. Anda cukup menyediakan teralis sebagai media perambatan tanaman. Di Indonesia, tidak sulit mencari tanaman rambat, termasuk yang berbunga seperti bougenville, air mata pengantin, morning glory, alamanda, ataupun begonia.

    4. Aneka Tanaman Pangkas

    Taman dengan tanaman dekorasi yang unik, karya CYAN Horticulture // houzz.com

    Tanaman pangkas sebagai pagar hidup merupakan pilihan yang paling klasik. Sejak dulu, banyak yang menjadikan tanaman pangkas sebagai pagar rumah. Beberapa jenis tanaman pangkas yang sering dipakai untuk pagar yaitu seperti teh-tehan, soka, dan pucuk merah. Tidak hanya kotak, Anda juga bisa memangkas tanaman dengan bentuk lain seperti bulat sehingga terlihat lebih cantik. 

    5. Tanaman Rambat Sebagai Layar

    Tanaman layaknya kerai peneduh, karya Yukinori Okamura // archdaily.com

    Selain menggunakan teralis untuk media rambat, ide desain instalasi tanaman membentuk kerai sangat menarik untuk dicontoh. Menggunakan tanaman rambat, desainnya akan terlihat modern dan futuristik yang juga tentunya sangat estetik. Selain untuk menjaga privasi, pemasangan pagar tanaman seperti tabir ini juga sangat efektif melindungi ruangan dari sinar matahari langsung.

    6. Tanaman Pagar dengan Pot Kayu

    Susunan tanaman dalam pot kayu sebagai penanda area duduk, karya Scott Shrader // anoteonstyle.com

    Pot kayu sebagai tempat tumbuh tanaman adalah pilihan terbaik untuk area luar ruangan yang tidak memiliki permukaan tanah, seperti balkon atau rooftop. Penggunaan pot juga akan membuat posisi tanaman menjadi lebih tinggi, sehingga mewujudkan batasan privasi yang jelas. Asyiknya lagi, pemilihan tanamannya dapat sangat beragam. Bahkan, Anda bisa mengolaborasikan beberapa tanaman sekaligus agar tidak monoton.

    7. Pagar Tanaman Bambu

    Taman elegan dengan tanaman bambu, karya Nick Leith A+D // nickleithsmith.com

    Memiliki karakter berumpun, bercabang, dan tumbuh rapat, bambu memang acap kali dijadikan pilihan sebagai pagar natural. Apalagi, bambu mampu tumbuh cukup tinggi sehingga cakupan ruang privasi menjadi lebih luas. Ditambah, warna batang dan daunnya yang hijau cerah merupakan keunggulan dari bambu untuk memberi kesan alami yang lebih kuat.

    8. Tanaman Topiary untuk Pagar Tinggi

    Susunan tanaman berfungsi sebagai dinding, karya Stefano Marinaz // thespruce.com

    Topiary adalah seni memangkas tanaman. Tidak hanya semak, beberapa jenis pohon rendah juga bisa menggunakan teknik ini. Teknik topiary inilah yang berikutnya direkomendasikan menjadi inspirasi untuk membuat pagar hidup. Pohon dipangkas sehingga membentuk pagar di bagian atas, disertasi pagar masif di bawahnya. Perpaduan pagar masif dan pagar hidup inilah yang menjadikan taman privasi terlihat lebih indah dan menarik.

    Di tengah keterbatasan lahan, pagar tanaman menawarkan manfaat berlipat. Anda akan mendapatkan manfaat pagar sebagai pembatas, sekaligus taman dengan pemandangan segar di saat yang bersamaan. Hal yang perlu Anda ingat, ini adalah “pagar hidup” yang dapat tumbuh. Pastikan Anda rajin untuk merawat pagar tanaman agar tetap tampak rapi dan enak dipandang. Sesuaikan jenis tanaman dengan kebutuhan, dan ciptakan ruang terbuka yang memiliki privasi yang sekaligus menunjang tampilan estetika.

    ARSITAG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekaman 8 Menit 46 Detik Drama Kematian George Floyd

    Protes kematian George Floyd berkecamuk dari Minneapolis ke berbagai kota besar lainnya di AS. Garda Nasional dikerahkan. Trump ditandai oleh Twitter.