Eddies Adelia Menikah dengan Mantan, Ingat 5 hal Sebelum Rujuk

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Edies Adelia menikah dengan mantan suaminya. Instagram.com

    Edies Adelia menikah dengan mantan suaminya. Instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktris Eddies Adelia menikah dengan mantan suaminya, Ferry Setiawan pada Rabu 25 Maret 2020. Acara pernikahan yang digelar di sebuah hotel di Jakarta itu hanya dihadiri oleh keluarga inti saja. Hal ini sesuai dengan imbauan pemerintah untuk melakukan social distancing di dengan wabah corona.

    Eddies Adelia mengumumkan kabar bahagia itu di laman Instagram-nya. "Kami bersyukur pada Allah SWT. Atas ijin-Nya, kami telah melangsungkan ibadah Akad Nikah pada hari Rabu, 25 Maret 2020 di Hotel InterContinental Pondok Indah Jakarta pukul 10.00 WIB yang hanya di hadiri oleh keluarga inti semata, mengingat kondisi saat ini yang tidak memungkinkan untuk mengundang banyak tamu," tulis Eddies dalam kolo keterangan unggahan Instagram TV-nya. 

    Wanita berusia 41 tahun itu bercerai pada tahun 2016. Lalu keduanya kini memutuskan untuk menikah kembali. Tidak banyak pasangan yang telah berpisah memutuskan menikah kembali. Alasan pun rujuk akan berbeda dari satu pasangan dengan pasangan lainnya.

    Melansir laman Verry Well Mind, Selasa 31 Maret 2020 banyak orang menyadari setelah kemarahan dan frustrasi mereda, mereka benar-benar merindukan mantan pasangan, terutama jika telah menikah untuk waktu yang lama. 

    Namun, sebelum Anda memtuskan menikah lagi dengan mantan pasangan, Anda harus yakin bahwa Anda berdua siap untuk menjalaninya. Pasalnya, pernikahan kedua sering berakhir dengan perceraian daripada pernikahan pertama. Bahkan, menurut Psychology Today sebanyak 60 persen dari pernikahan kembali berakhir gagal.

    Jika Anda dan mantan pasangan Anda berkomitmen untuk menikah kembali,  Anda perlu mengingat 5 hal berikut ini

    1. Jalani hubungan sebelum menikah lagi
    Jika Anda berkomitmen untuk menikah lagi dengan mantan pasangan, Anda harus merencanakan untuk menjalin hubungan cinta selama minimal satu tahun sebelum terikat komitmen pernikahan Selama waktu itu, Anda perlu membahas alasan mengapa bercerai sejak awal. Bagaimanapun, Anda menikahi orang yang sama. Meskipun Anda berdua mungkin telah mengalami pertumbuhan pribadi sejak perceraian, masih ada hal-hal tentang mantan yang mengganggu Anda. 

    2. Konseling jika diperlukan
    Konselor perkawinan setuju bahwa Anda harus belajar dari riwayat perkawinan Anda atau Anda berdua ditakdirkan untuk mengulangi kesalahan yang sama. Urusan yang belum terselesaikan dan belum selesai akan muncul kembali. 

    Jujur pada apa yang menyebabkan perceraian Anda. Jika pernikahan gagal karena masalah keuangan, jelaskan bagaimana Anda akan menghabiskan uang. Jika ada masalah seputar masalah pengasuhan anak, selesaikan konflik ini terlebih dahulu. Jika perceraian disebabkan oleh perselingkuhan, proses ketidaksetiaan, maafkan, dan bangun kembali kepercayaan.

    3. Akui kesalahan masa lalu
    Ketika perceraian terjadi, tidak ada yang tidak bersalah. Bahkan jika perselingkuhan adalah alasan utama perceraian, pasti ada masalah lain dalam pernikahan. Akui peran dan tanggung jawab Anda jika salah dalam pernikahan pertama. Jikaa tidak bisa segera melakukan ini, Anda akan terus berjuang dalam pernikahan ini. Anda juga harus menjaga hal yang benar-benar jujur di antara Anda berdua. Seharusnya tidak ada permainan, tidak ada membaca pikiran, dan tidak ada harapan yang tak terucapkan. Bagikan satu sama lain harapan, impian, dan harapan Anda.

    4. Pertimbangkan anak-anak Anda
    Kembali bersama hanya demi anak-anak adalah ide yang buruk. Kembalilah bersama karena Anda mencintai dan menyanyangi satu sama lain dan ingin bersama lagi. Jika Anda memiliki anak, jangan biarkan mereka tahu Anda berkencan untuk sementara waktu. Mereka bisa berharap bahwa Anda akan berdamai. Harapan-harapan ini juga dapat memberi tekanan pada Anda untuk menikah kembali walaupun segala sesuatunya tidak berjalan sebaik yang Anda inginkan.

    5. Jadilah realistis
    Penting untuk diketahui bahwa pernikahan pertama sudah berakhir. Sekeras apa pun ini, jangan biarkan hantu itu melukai pernikahan baru Anda. Jangan memikirkan kesalahan yang Anda buat dalam pernikahan sebelumnya. Sebaliknya, fokuslah pada masa depan Anda bersama. Juga, pastikan Anda memiliki harapan yang masuk akal. Pada intinya, Anda akan menikahi orang yang sama. Beberapa kebiasaan lama yang menyebalkan masih ada. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.