Anak Sering Ribut saat Social Distancing? Ini Tips Mengatasinya

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak bertengkar. Shutterstock

    Ilustrasi anak bertengkar. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Di tengah pandemi corona, semua anggota keluarga terpaksa berada rumah sepanjang hari selama beberapa minggu untuk social distancing. Ini tak hanya membuat orang tua tertekan, anak-anak juga. Akhirnya, mereka bisa bertengkar satu sama lain.

    Saudara kandung cenderung berkelahi di hari-hari normal. Tapi di tengah ketegangan pandemi dan perjuangan berbagi ruang dengan saudara untuk waktu yang lama, mereka mungkin akan lebih sering bertengkar.

    Orang tua mana yang tak gelisah melihat anak-anaknya ribut? Tak jarang orang tua akhirnya bereaksi keras. Alih-alih mendinginkan situasi, ini justru menambah ketegangan dalam rumah tangga.

    Berikut adalah beberapa cara yang dapat membantu Anda mengelola anak-anak Anda jika mereka berkelahi atau jengkel selama di rumah, seperti dilansir Times of India.

    1. Jaga emosional
    Memang benar bahwa anak-anak cenderung mencerminkan perilaku orang tua mereka. Karena itu, berkali-kali jika orang tua berkelahi, anak-anak juga mungkin mengikuti. Ketegangan dalam rumah tangga mungkin datang dari orang tua, tapi tak banyak yang menyadarinya.

    Itulah sebabnya penting untuk tetap mengontrol perasaan Anda. Jadi selama melakukan social distancing di rumah saja, Anda tidak hanya perlu menjaga fisik tetap fit, tetapi juga sehat secara emosional. Agar anak-anak Anda tidak mengalami perasaan negatif apa pun, pastikan Anda sendiri tidak cemas.

    2. Periksa emosi anak Anda
    Jawaban yang paling mendekati ketika anak Anda kesal dan marah adalah bahwa mereka stres. Anak-anak tidak memiliki sumber daya batin yang sama untuk menangani stres seperti halnya orang dewasa. Penting bagi Anda untuk memulai percakapan dengan mereka karena mereka mungkin enggan melakukannya. 

    Anak-anak mungkin takut Anda bereaksi terlalu keras pada mereka jika mengungkapkan perasaan. Jadi, bantulah anak-anak Anda agar dapat berbicara terbuka. Jujurlah tentang keseriusan pandemi ini tetapi juga berikan mereka harapan dan ketenangan.

    3. Mendamaikan anak
    Sekalipun anak-anak Anda bertengkar setiap saat, penting bagi mereka untuk berbaikan dan tidak meninggalkan ketegangan. Inilah tugas Anda, sebagai orang tua, membantu mereka berdamai.

    Luangkan waktu, bahkan jika Anda bekerja dari rumah, untuk membantu anak-anak-anak Anda ketika mereka membutuhkan. Terkadang, perhatian orang tua membantu mereka mengatasi stres. Anda dapat mengambil waktu ini untuk memahami mengapa anak-anak Anda berkelahi dan menemukan solusi.

    4. Gunakan pernyataan “saya”
    Pastikan anak-anak Anda berdamai dengan benar jika mereka bertengkar. Buat mereka menggunakan pernyataan seperti "Saya tidak suka kamu mengambil ini dari lemari saya" daripada pernyataan "Kamu mengambil ini dari lemari saya”.  Ini akan mengajarkan mereka cara yang lebih sehat untuk menyelesaikan konflik.

    5. Tetap fokus dan sabar
    Di saat-saat seperti ini, penting bagi semua orang untuk memiliki kesabaran. Pastikan anak-anak Anda tidak mempermasalahkan sesuatu yang terjadi beberapa hari atau minggu yang lalu. Ini bisa menciptakan perasaan negatif yang tidak perlu yang merugikan kesehatan mereka, terutama di masa-masa sulit seperti pandemi corona ini. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekaman 8 Menit 46 Detik Drama Kematian George Floyd

    Protes kematian George Floyd berkecamuk dari Minneapolis ke berbagai kota besar lainnya di AS. Garda Nasional dikerahkan. Trump ditandai oleh Twitter.