10 Hal yang Bisa Anda Lakukan Saat Menjadi ODP Covid-19

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi virus corona atau Covid-19. REUTERS

    Ilustrasi virus corona atau Covid-19. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - ODP atau orang dalam pemantauan adalah Warga Negara Indonesia (WNI) atau Warga Negara Asing (WNA) yang masuk ke negara Indonesia dari negara yang terkonfirmasi di wilayahnya terjadi penularan virus corona baru atau Covid-19. Semua orang yang datang ke Indonesia, apapun kewarganegaraannya jika pernah bepergian ke negara yang dipastikan penularan dari orang ke orang positif kuat yaitu Cina, Korea Selatan, Jepang, Singapura, Malaysia, Italia dan Iran, termasuk dalam kategori ODP.

    Orang dalam pemantauan tersebut bisa saja tidak terlihat sakit. Namun jika ODP menunjukkan gejala infeksi virus corona maka statusnya naik menjadi Pasien Dalam Pengawasan atau PDP, mereka menunjukkan gejala influenza ringan hingga berat.

    Jumlah ODP dari hari ke hari kian bertambah, sedangkan melakukan isolasi mandiri selama 14 hari juga bukanlah hal yang mudah karena diliputi rasa cemas. Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Nova Riyanti Yusuf mengatakan agar masyarakat jangan memberi stigma mereka yang menjadi ODP, sebab tidak sengaja kontak dengan orang yang terinfeksi Covid-19 bisa terjadi pada siapa saja tanpa pandang bulu.

    Sebagai langkah nyata, Nova melalui Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa DKI Jakarta pun mencari informasi tentang pengalaman orang-orang menjadi ODP dan membagi tips dari mereka untuk masyarakat.

    Berikut tips yang bisa Anda lakukan jika menjadi ODP seperti yang disampaikan melalu laman Instagram-nya. 

    1. Membersihkan ruangan selama masa isolasi mandiri
    2. Nonton film genre apapun
    3. Membaca novel atau buku bacaan lain
    4. Melakukan aktivitas fisik atau olahraga. Jika mengalami jenuh bisa melihat kanal YouTube dan melakukan gerakan-gerakan seperti Gemu Famire atau Sajojo.
    5. Melakukan hobi terpendam. 
    Melakukan hobi yang tidak bisa dilakukan karena tidak ada waktu misalnya membuat kue, memasak, menyanyi, melukis, menjahit dan menulis.
    6. Ikut berpartisipasi dalam diskusi online
    7. Berdoa, relaksasi atau meditasi. Jangan merasa rendah diri atau terstigma karena kontak dengan Covid-19 bisa mengenai siapa saja. Teruslah memanjatkan doa dan upayakan relaksasi untuk menenangkan pikiran
    8. Sempatkan membantu sekecil apapun. Gotong royong membantu penanganan Covid-19 seperti memebrikan donasi kepada badan terpercaya, menelpon atau menghubungkan pihak-pihak yang butuh bekerja sama.
    9. Pertahankan gizi. Pastikan kecukupan asupan gizi seperti vitamin, mineral dan protein dalam makanan Anda sehari-hari.
    10. Memantau perkembangan gejala. Misalnya mengukur suhu 3 kali sehari (pagi, siang, dan malam)

    "Mari menjaga kewarasan dengan tetap waspada. Mari saling mendukung satu sama lain dengan perikemanusiaan," tulis Nova mengakhiri keterangan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTUN: Blokir Internet di Papua dan Papua Barat Melanggar Hukum

    PTUN umumkan hasil sidang perihal blokir internet di Papua dan Papua Barat pada akhir 2019. Menteri Kominfo dan Presiden dinyatakan melanggar hukum.