Social Distancing, Ini Tips Belanja Hemat dan Bijak dari Rumah

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi belanja online. Shutterstock

    Ilustrasi belanja online. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Pola konsumsi kian berubah, terlebih di situasi pandemi corona saat ini. Efek dari social distancing dan di rumah saja membuat transaksi online meningkat.

    Co-Founder & Vice CEO Jouska Indonesia Farah Dini Novita mengatakan orang yang tadinya agak tidak percaya dengan belanja online akhirnya mau tidak mau harus mengubah mindset-nya. "Saatnya kita mulai dengan mengubah pola belanja agar bisa me-manage pos belanja secara bijak," ucap Farah dalam bincang-bincang online dengan tema Bijak Finansial dengan Tips Belanja dari Rumah yang digelar Shopee, Kamis 26 Maret 2020.

    Farah memberikan beberapa tips belanja dengan bijak saat ini. Pertama, konsumsi seperti biasa tapi sewajarnya dan sesuai kebutuhan untuk menggerakkan ekonomi, serta cukup selama masa di rumah seperti saat ini. "Anda bisa fokus pada belanja groceries dan makanan," ucapnya. Lalu, Hitung kebutuhan pokok dan sanitasi secukupnya (untuk seminggu atau sebulan).

    Belanja pun bisa dilakukan lewat platform online (e-commerce), yang effortless dan mendukung social distancing. Jangan lupa bandingkan harga untuk produk sejenis di setiap merchant yang ada, dan manfaatkan promo yang ditawarkan oleh e-commerce atau merchant. "Mulai dari gratis potongan ongkos kirim dan potongan harga untuk minimum pembelian," ucap Farah.

    Farah melanjutkan kunci belanja hemat dan bijak adalah belanja sewajarnya, sesuai kebutuhan pokok dan tidak menimbun di rumah. Dalam situasi pandemi seperti ini tidak bisa memangkas banyak anggaran belanja. "Misalnya yang tadinya suka nongkrong bisa di-cut dan dialihkan ke dana darurat karena sampai sekarang kita tidak tahu kondisi seperti ini sampai kapan, selain itu bisa kita sisihkan juga untuk tetap bisa mendukung UMKM," pungkas Farah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara