Ibunda Jokowi Meninggal Karena Kanker Tenggorokan, Ini Faktor Risiko dan Pencegahannya

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Joko Widodo meminta doa restu pada ibundanya, Sudjiatmi. Foto: Facebook/Jokowi

    Joko Widodo meminta doa restu pada ibundanya, Sudjiatmi. Foto: Facebook/Jokowi

    TEMPO.CO, Jakarta - Ibunda Presiden Jokowi Sujiatmi Notomiharjo meninggal pada Rabu, 25 Maret 2020 pukul 16.45. Ibunda Jokowi meninggal di usia 77 tahun di Rumah Sakit Tentara Slamet Riyadi, Solo, setelah berjuang melawan kanker tenggorokan selama 4 tahun. 

    “Beliau sudah lama sakit kanker tenggorokan," ucap Staf Khusus Presiden Dini Shanti Purwono kepada wartawan, Rabu 25 Maret 2020. Pemakaman ibunda Jokowi dijadwalkan pada Kamis, 26 Maret 2020 pukul 13.00 di area pemakaman keluarga di Mundu, Karanganyar, Solo. Makamnya tepat bersebelahan dengan sang suami, Widjiatno Notomiharjo. 

    Kanker tenggorokan mengacu pada tumor kanker yang berkembang di tenggorokan (faring), kotak suara (laring) atau amandel. Melansir laman Mayo Clinic, tanda dan gejala kanker tenggorokan dapat meliputi, batuk, perubahan suara jadi serak atau tidak berbicara dengan jelas, kesulitan menelan, sakit telinga, benjolan atau luka yang tidak sembuh, sakit tenggorokan, dan penurunan berat badan

    Hingga kini tidak jelas apa yang menyebabkan mutasi yang menyebabkan kanker tenggorokan. Tetapi dokter telah mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda. Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker tenggorokan termasuk; penggunaan tembakau, termasuk merokok dan mengunyah tembakau, penggunaan alkohol berlebihan, virus yang ditularkan secara seksual disebut human papillomavirus (HPV), pola makan yang kurang buah dan sayuran, dan enyakit refluks gastroesofagus (GERD)

    Meski belum ada cara yang terbukti untuk mencegah kanker tenggorokan terjadi, tetapi untuk mengurangi risiko kanker tenggorokan, Anda dapat melakukan beberapa hal berikut ini. 

    1. Berhenti merokok atau jangan mulai merokok
    Jika Anda merokok, berhentilah. Jika Anda tidak merokok, jangan mulai. Berhenti merokok bisa sangat sulit, jadi dapatkan bantuan. Dokter Anda dapat mendiskusikan manfaat dan risiko dari banyak strategi berhenti merokok, seperti obat-obatan, produk pengganti nikotin, dan konseling.

    2.Minum alkohol
    Jika Anda memilih untuk minum alkohol, lakukan dalam jumlah sedang. Untuk orang dewasa yang sehat, itu berarti hingga satu gelas sehari untuk wanita dari segala usia dan pria yang berusia lebih dari 65 tahun, dan hingga dua kali minuman sehari untuk pria berusia 65 tahun ke bawah.

    3. Makanan sehat
    Pilih makanan sehat seperti buah-buahan dan sayuran. Vitamin dan antioksidan dalam buah dan sayuran dapat mengurangi risiko kanker tenggorokan. Makanlah beragam buah dan sayuran berwarna.

    4. Lindungi diri Anda dari HPV
    Beberapa kanker tenggorokan diperkirakan disebabkan oleh infeksi human papillomavirus (HPV) yang ditularkan secara seksual. Anda dapat mengurangi risiko HPV dengan membatasi jumlah pasangan seksual Anda dan menggunakan kondom setiap kali berhubungan seks. Anda juga perlu pertimbangkan vaksin HPV, yang tersedia untuk laki-laki dan perempuan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.