Malas Mandi saat di Rumah Saja, Waspadai 7 Risiko Ini

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mandi. shutterstock.com

    Ilustrasi mandi. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pandemi virus corona membuat sebagian besar orang di Jakarta dan di sekitarnya harus tetap berada di rumah untuk mengurangi penyebaran penyakit. Mulai dari belajar hingga bekerja, semua dilakukan di rumah. Banyak orang yang akhirnya melupakan mandi, masihkah dibutuhkan? 

    Bagi kebanyakan orang tidak mandi seharian sama sekali tidak berisiko bagi kesehatan. "Tentu, jika berkeringat Anda bisa sedikit bau badan. Meski begitu, mandi setiap hari tidak benar-benar diperlukan,” kata Edison de Mello kepala petugas medis dari Pusat Pengobatan Integratif Akasha, California, Amerika Serikat, seperti dilansir Bustle, Rabu, 25 Maret 2020.

    Meskipun tak berdampak pada kesehatan, ada beberapa efek tidak mandi yang perlu Anda waspadai. Terutama jika Anda cenderung memiliki gangguan kulit tertentu seperti eksim. 

    Berikut tujuh hal yang bisa terjadi saat Anda melewatkan mandi satu atau dua hari.

    1. Bakteri di tubuh
    Tubuh memiliki bakteri baik dan jahat. Kulit merupakan pelindung tubuh dari bakteri berbahaya, jadi mandi pun bisa mencegah kuman masuk. Terlebih lagi, mandi dapat meningkatkan rasio bakteri baik dalam tubuh Anda. Jadi, ketika Anda melewatkan mandi itu, bakteri baik berkurang dan Anda lebih rentan terhadap bakteri berbahaya.

    Aishah Muhammad, seorang dokter anak dan pelatih pribadi, mengatakan setiap orang terpapar bakteri sepanjang hari. “Dengan tidak mandi, bakteri ini akan tetap ada di kulit Anda dan membuat Anda berisiko terkena berbagai jenis infeksi, termasuk infeksi kulit dan dada,” kata dia kepada Bustle.

    2. Lebih rentan sakit
    Saat mandi, Anda membersihkan kuman yang didapat sepanjang hari, termasuk yang bisa masuk ke tubuh Anda melalui mata, mulut, dan hidung. Namun, jika Anda rajin mandi dan mencuci tangan, dapat membantu mencegah penyakit. "Dengan tidak mandi, Anda lebih mungkin terpapar banyak bakteri berbeda di tangan dan wajah Anda," kata Aishah. "Ini membuat Anda lebih berisiko terkena pilek atau infeksi karena mungkin ada bakteri.”

    3. Kulit berjerawat
    Ketika Anda tidak mandi secara teratur, kulit Anda bisa menjadi berminyak dan menyebabkan noda dan berjerawat. Kulit Anda bisa berkeringat sepanjang hari, tidak mandi berarti membiarkan bakteri yang mudah menempel tidak dibersihkan secara menyeluruh.

    "Sebum (lapisan minyak) yang dihasilkan oleh kulit menumpuk ketika Anda tidak mandi," kata Aishah. "Ini, bersama dengan bakteri yang hidup di kulit, dapat menyebabkan pori-pori tersumbat dan timbulnya bintik-bintik."

    Mencuci wajah di pagi dan malam hari dapat membantu melindungi dari jerawat, tapi mandi akan membantu Anda tidak mudah berjerawat.

    4. Ada 30 jenis bau tidak sedap
    Bau badan memang bukan disebabkan oleh keringat, tetapi menurut studi yang diterbitkan di  jurnal Microbiome pada 2018, bakteri yang mengkonsumsi protein tubuh dan asam lemak dapat mengeluarkan gas yang berbau. Ketika Anda melewatkan mandi selama beberapa hari, bakteri itu dapat menyebabkan tubuh Anda mengeluarkan bau yang tidak menyenangkan.

    “Bau tubuh terbentuk secara alami sebagai akibat bakteri pada kulit yang memecah keringat menjadi asam. Dengan tidak mandi sambil terus berkeringat, bau busuk akan semakin buruk,” ujar Aishah.

    Deodoran, parfum, dan tisu terkadang dapat membantu mengatasi bau, tapi bau akan kembali lagi ketika produk itu hilang.

    De Mello menambahkan, bau badan juga bisa mempengaruhi kesehatan mental. "Demi kesehatan mentalmu, pastikan kamu cukup mandi untuk menjaga agar bau badan hilang. Menurut sebuah studi pada 2015 tentang pemecah masalah hubungan oleh Peter Jonason dan rekannya, bau badan berada di jajaran atas penyebab putusnya hubungan,”

    5. Kulit kering
    Jika Anda memiliki kondisi kulit seperti eksim, mandi secara teratur dapat membantu mencegah kambuh. The National Eczema Organization Amerika Serikat merekomendasikan mandi sekali sehari untuk menggantikan kelembapan di kulit Anda.

    "Kulit mati dan lemak secara alami berkumpul di lapisan atas kulit. Dengan tidak mandi, penumpukan ini dapat membuat kulit terasa gatal dan kering,” Aishah menjelaskan.

    Tipsnya, mandi dengan lebih singkat dan hindari air hangat. Setelah mandi, lanjutnya dengan mengaplikasikan pelembap sambil dipijat berlahan.

    6. Rambut berminyak
    Sebagian orang rambutnya mudah berminyak setelah tidak keramas dua hari. Ini bisa menyebabkan jerawat jika terkena kulit wajah atau punggung.

    “Kelenjar sebaceous melepaskan zat berminyak yang disebut sebum yang memberi rambut Anda kilau alami; Namun, ketika kelebihan sebum menumpuk, rambut Anda akan berminyak,” kata  Aishah.

    Ia melanjutkan, jika tidak mencuci selama beberapa hari, sel-sel kulit yang berminyak, kotor, dan mati akan menumpuk sehingga kulit kepala terasa gatal dan kering.

    7. Bintik cokelat di kulit
    Kondisi ini memang jarang terjadi, tapi Anda bisa mengalami bercak cokelat di kulit jika terus-terusan malas mandi. “Dermatitis neglecta adalah kondisi kulit langka yang dapat berkembang sebagai akibat dari tidak menjaga kebersihan di mana sel-sel kulit mati menumpuk dan menyebabkan bercak pada kulit,” ujar Aishah. 

    Kondisi ini dapat terjadi ketika kotoran menumpuk di kulit Anda karena keringat. Untungnya risiko ini tidak muncul jika Anda hanya sesekali melewatkan mandi.

    Jadi, ada baiknya Anda tidak melewatkan mandi meskipun berhari-hari di rumah saja. Sebab, kebersihan pribadi merupakan bagian penting dari kesehatan fisik dan pikiran Anda.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal yang Dilarang dan Dibatasi Selama Pemberlakuan PSBB Jakarta

    Anies Baswedan memberlakukan rencana PSBB pada 9 April 2020 di DKI Jakarta dalam menghadapi Covid-19. Sejumlah kegiatan yang dilarang dan dibatasi.