Alasan Cinta Pertama Sulit Dilupakan Ada Pengaruh Hormon dan Otak

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pasangan. Shutterstock

    Ilustrasi pasangan. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak yang bilang cinta pertama sulit dilupakan. Kesannya memang klise, namun nyatanya tak sedikit orang yang merasakan sulit melupakan cinta pertama. Tak peduli sudah berapa banyak hubungan asmara yang dirajut dengan orang lain, bahkan mungkin sudah punya pasangan baru ataupun berkeluarga, cinta pertama memang tidak bisa dilupakan begitu saja.  

    Jatuh cinta untuk pertama kalinya memang dapat mengubah hidup serta emosi yang dirasakan pun begitu kuat. Sebenarnya, ada sejumlah alasan yang membuat cinta pertama sulit dilupakan. 

    Berikut ini alasan susahnya melupakan cinta pertama

    1. Hormon dan koneksi otak
    Salah satu alasan cinta pertama sulit dilupakan adalah karena hormon dan koneksi otak memainkan peran besar di dalamnya. Cinta pertama seringkali merupakan hubungan emosional yang sangat kuat. 

    Pada sejumlah kasus, cinta pertama terjadi sebelum bagian logis dari otak Anda berkembang dengan sempurna. Terlebih pada saat itu, Anda mungkin masih remaja sehingga hormon tubuh pun sedang tinggi-tingginya.  Ikatan emosional tersebut begitu kuat karena terjadi pelepasan hormon oksitosin, yakni hormon yang sama untuk memperkuat ikatan antara ibu dan bayi. 

    Hormon oksitosin dikenal sebagai hormon cinta yang membantu dua orang saling terikat serta membantu Anda menjadi lebih terbuka, nyaman, dan mempercayai orang lain, dalam hal ini adalah cinta pertama Anda. 

    Hal-hal sederhana yang Anda lakukan, seperti bergandengan tangan, berpelukan, dan berciuman, dengan cinta pertama sangatlah intim dan kuat. Ketika hal tersebut dilakukan dengan seseorang untuk pertama kalinya maka wajar saja bila Anda menjadi sulit untuk melupakannya. 

    2. Cara kerja otak
    Cinta pertama sulit dilupakan bisa pula berkaitan dengan cara kerja otak. Saat Anda jatuh cinta, berbagai hormon, seperti dopamin, oksitosin, dan serotonin, akan meluap membanjiri otak untuk pertama kalinya.  Hormon-hormon tersebut membuat Anda merasakan euforia dan perasaan menyenangkan yang intens. Apalagi bila disertai dengan sentuhan fisik, seperti berpegangan tangan, berpelukan, dan berciuman. 

    Sebagian besar orang mengalami jatuh cinta pertama kali saat usia remaja ketika otak menjadi sensitif terhadap suatu pengalaman yang memuaskan dan menyenangkan layaknya jatuh cinta. Inilah yang menyebabkan pengalaman cinta pertama sulit dilupakan karena tertanam dalam otak dengan cara sangat jelas dan mudah diingat. 

    3. Pengalaman pertama
    Alasan cinta pertama sulit dilupakan karena ini merupakan pengalaman pertama yang Anda lakukan. Ya, hal yang membedakan cinta pertama dengan cinta lainnya adalah efek sensasi “pengalaman pertamanya” saja. 

    Pasalnya, saat itu, Anda baru pertama kali merasakan cinta yang sesungguhnya. Akibatnya, segala sesuatu yang pertama kali Anda lakukan bersama Si Dia merupakan hal yang pertama kali terjadi dalam hidup Anda sehingga akan terus terpatri dalam hati dan ingatan. 

    Misalnya, Anda mungkin bisa ingat kapan pertama kali Anda bergandengan tangan, berpelukan, dan berciuman dengan cinta pertama. Nah, efek “pengalaman pertama” inilah yang membuat kenangan akan cinta pertama terasa sangat berkesan dan membuat Anda sulit melupakannya. 

    4. Memori yang terekam
    Kenangan yang berkaitan dengan cinta pertama Anda bisa sewaktu-waktu datang kembali di masa kini. Misalnya, saat Anda melihat obyek, mendengar lagu, atau mencium aroma yang mungkin dirasa familiar dengan dia. Menurut sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Neuron, hal tersebut disebabkan oleh semua memori yang terekam pada saat Anda jatuh cinta sehingga akan terus disimpan dalam area sensorik otak. Terlebih saraf penciuman dan pendengaran terletak sangat dekat dengan amigdala. 

    Amigdala adalah organ kecil di dalam otak yang berbentuk menyerupai kacang. Organ tersebut mampu mengatur ingatan dan pengalaman yang berkaitan dengan emosi, baik itu rasa senang, sedih, dan takut.  Selain itu, saraf penciuman juga sangat dekat dengan hippocampus. Hippocampus adalah area di dalam otak yang bertanggung jawab terhadap respons perilaku dan emosi ketika mengingat kenangan yang eksplisit (dilakukan secara sadar) atau memori spasial (hubungan antara lokasi dengan objek referensi lain yang spesifik). 

    Walaupun sulit dilupakan, cinta pertama sebenarnya belum tentu yang terbaik. Anda mungkin bisa saja lebih mencintai cinta yang kedua, ketiga, ataupun yang terakhir. Tetapi, cinta pertama tetap memengaruhi kehidupan percintaan Anda setelahnya. 

    Misalnya, Anda akan belajar mengenai apa yang Anda inginkan dan bagaimana memenuhi keinginan pasangan. Anda juga belajar bagaimana Anda ingin diperlakukan oleh pasangan. Ketika Anda mengakhiri hubungan dengan cinta pertama, Anda pun akan belajar seperti apa rasanya patah hati.

    SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.