Sering Cuci Tangan Bikin Kulit Mengelupas, Cegah dengan 8 Tips

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi cuci tangan. pixabay.com

    Ilustrasi cuci tangan. pixabay.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Cuci tangan menjadi cara efektif untuk mencegah penularan berbagai penyakit, termasuk infeksi virus corona yang saat ini kasusnya terus bertambah. Sayangnya, sering mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer kadang membuat kulit tangan mengelupas, pecah-pecah, dan kering.

    Cuci tangan terlalu sering dapat mengelupaskan protein di lapisan terluar kulit (lapisan epidermis). Hal ini dapat memicu berkurangnya kemampuan kulit melindungi lapisannya (compromised skin). Efek tidak menyenangkan tersebut juga bisa terjadi karena penggunaan hand sanitizer berulang kali. Ada beberapa tips untuk mencegah kulit jadi kering dan mengelupas.

    Berikut ini tips  mencegah kulit tangan mengelupas karena sering dibersihkan

    1. Pilih sabun yang bisa melembapkan kulit
    Banyak produk sabun yang bisa memicu kulit tangan mengelupas dan membuatnya menjadi kering. Untuk itu, pastikan Anda memilih produk sabun yang bisa memberi kelembapan pada kulit. Misalnya, pilihlah produk sabun yang mengandung zat pelembap, seperti gliserin atau gliserol. Jika memungkinkan, Anda bisa memilih produk sabun yang berbentuk cair. Sebab, sabun batangan biasanya memiliki keasaman yang tinggi sehingga kadang memicu kekeringan pada kulit, karena seringnya kita mencuci tangan.

    2. Jangan buru-buru dalam membersihkan tangan
    Apapun jenis sabun yang kita gunakan, cobalah untuk membersihkan dengan lembut, pelan-pelan, hati-hati, dan tidak agresif. Terlalu agresif membersihkan tangan bisa memicu kerusakan pada kulit, termasuk kulit mengelupas. Selain itu, tidak terburu-buru dalam melakukannya juga membuat kita bisa membersihkan tangan dengan menyeluruh. Anda bisa menyanyikan “Happy Birthday” dalam hati sebanyak dua kali, yang kira-kira berdurasi 20 detik.

    3. Gunakan air dengan suhu yang nyaman
    Beberapa orang mungkin bingung antara air hangat atau air dengan suhu biasa saat membersihkan tangan. Sebenarnya, kita bisa menggunakan air mengalir dengan temperatur yang nyaman, termasuk air hangat. Hanya saja, jangan gunakan air yang terlalu panas karena bisa membuat kulit kering.

    4. Keringkan tangan dengan menyeluruh
    Pastikan Anda mengeringkan tangan secara menyeluruh setelah membersihkannya. Hal ini bukannya tanpa alasan. Pertama, tangan yang kering bisa menurunkan risiko perpindahan kuman. Penularan kuman lebih mudah terjadi pada tangan yang basah.

    Kedua, mengeringkan tangan juga menurunkan risiko kekeringan pada kulit tangan. Tangan yang masih berair bisa memicu kekeringan, karena air dapat mengurangi minyak alami kulit saat menguap. Penguapan tersebut dapat mengganggu barrier kulit dan menimbulkan efek kulit menjadi kering.

    5. Aplikasikan krim pelembap
    Untuk mencegah kekeringan pada kulit karena kita sering membersihkannya, jangan lupa untuk mengoleskan salep atau krim pelembap di area tangan. Ada beragam manfaat krim pelembap setelah mencuci tangan, misalnya mengembalikan fungsi lapisan barrier epidermis, meningkatkan kadar air pada lapisan epidermis, menenangkan kulitm dan memperbaiki penampilan dan tekstur kulit

    Sebagai panduan, ada beberapa kandungan yang bisa Anda cari saat memilih krim atau salep pelembap, yaitu:
    - Oklusif, yang dapat mencegah hilangnya air dari kulit. Yang termasuk zat oklusif, yaitu asam lanolin, asam stearat, trigliserida kaprilat / kapri, minyak mineral, parafin, dan petrolatum.
    - Humektan, yang dapat mempertahankankan kelembapan kulit. Contoh humektan yaitu gliserin, sorbitol, natrium pirolidin, asam karboksilat, asam laktat, dan urea.
    - Emolien atau zat yang dapat melembutkan dan menenangkan kulit, seperti isopropil miristat, oktil okanoat, siklometikon, dan dimetikon.

    6. Hand sanitizer boleh sesekali diaplikasikan
    Membersihkan tangan dengan sabun dan air selalu menjadi prioritas. Hand sanitizer bisa digunakan pada kondisi darurat apabila air dan sabun memang tidak tersedia. Hand sanitizer juga bisa diaplikasikan sesekali apabila Anda mulai merasa tangan terlihat pecah-pecah karena sering disiram air. Apabila hendak ke makan, setelah menggunakan toilet, serta saat tangan terlihat kotor, bersihkan tangan dengan air dan sabun – bukan dengan hand sanitizer.

    7. Pertimbangkan penggunaan skin balm
    Untuk individu yang mengalami masalah kulit seperti eksim dan psoriasis, risiko kulit tangan menjadi kering dan pecah-pecah mungkin lebih terjadi. Anda bisa mencoba mengaplikasikan skin balm secara langsung pada area tangan yang pecah-pecah. Skin balm membantu menenangkan area tersebut secara spesifik dan mencegah kerusakan yang lebih parah.

    8. Balut dengan sarung tangan
    Sebagai tambahan, kita bisa mengenakan sarung tangan selama 1-2 jam agar permukaan bisa lembap dengan maksimal, setelah menggunakan krim pelembap. Apabila pecah-pecah pada kulit tangan sangat parah, Anda bisa mengenakan sarung tangan di malam hari saat tidur, setelah mengoleskan pelembap.

    SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.