Zara Produksi Masker dan Baju Medis selama Pandemi Corona

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita memakai masker. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita memakai masker. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pandemi virus corona di seluruh dunia membuat semua orang ingin melalukan sesuatu, termasuk fashion. Inditex, induk perusahaan brand Zara di Spanyol, mengalihkan pabrik dan tim logistiknya untuk memproduksi masker dan pakaian medis, termasuk sarung tangan, kacamata, dan topi untuk pasien dan pekerja medis di rumah sakit.

    Inditex ini telah menutup hampir separuh tokonya di seluruh dunia karena virus corona. Dari 7.469 toko, 3.785 di 39 wilayah tidak beroperasi sementara.

    Dalam sebuah pernyataan kepada Vogue, Inditex mengatakan akan melakukan pengiriman setidaknya satu kali seminggu. Perusahaan juga telah menyumbangkan 10.000 masker pelindung wajah. Pada pada akhir minggu ini, perusahaan mengharapkan akan mengirimkan 300 ribu masker bedah lagi.

    Inditex berbasis di Galicia di Spanyol. Warga daerah ini telah melakukan lockdown  dalam upaya untuk membendung penyebaran penyakit virus corona atau COVID-19.

    Inditex bukan satu-satunya perusahaan fashion yang membantu upaya melawan COVID-19.  Awal pekan ini, LVMH, perusahaan induk merek seperti Louis Vuitton dan Dior, mengumumkan akan memproduksi pembersih tangan atau hand sanitizer untuk diberikan secara gratis kepada otoritas kesehatan Prancis.

    Perusahaan kosmetik L’Oreal juga melakukan hal yang sama. Mereka mengalihkan pabriknya untuk memproduksi hand sanitizer yang mengalami kelangkaan saat wabah corona mulai merebak.

    Adapun bos-bos rumah mode seperti Miuccia Prada, Donatella Versace, dan Giorgio Armani memberikan sumbangan untuk membantu orang yang terkena dampak penyebaran virus ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.