Adik Amal Clooney Bikin Masker Mewah untuk Donasi Corona di Asia

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Adik Amal Clooney, Tala Alamuddin merancang masker wajah dengan sentuhan fashion dari lini fashion-nya Tala by Tala Alamuddin. Instagram/totallytala

    Adik Amal Clooney, Tala Alamuddin merancang masker wajah dengan sentuhan fashion dari lini fashion-nya Tala by Tala Alamuddin. Instagram/totallytala

    TEMPO.CO, Jakarta - Adik Amal Clooney, Tala Alamuddin meluncurkan produk masker wajah dengan gaya yang lebih modis. Wanita berusia 47 tahun ini menjual serangkaian produk masker yang diberi nama "Le Masques" dengan motif yang menyenangkan dari merek fashion-nya, Totally Tala.

    Satu masker diberi harga USD 33 atau sekitar Rp 498 ribu dan tersedia dalam tiga motif, leopard, camo dan denim. Dirancang untuk menawarkan kenyamanan dengan sentuhan fashion, masker ini tentu lebih menarik daripada masker membosankan yang mungkin Anda lihat di apotik atau supermarket.

    Tapi tunggu, itu belum semuanya! Adik ipar George Clooney ini juga menjual kantong mini bernama "The Sanity Stasher" seharga USD 55 atau sekitar Rp 831 ribu untuk menyimpan hand sanitizer saat bepergian. Wadah yang praktis sepenuhnya itu dapat dipersonalisasi, sehingga Anda dapat mencocokkannya dengan masker wajah macan tutul atau membeli desain kulit emas jika Anda mau.

    Dalam sebuah unggahan di Instagram pada hari Rabu, 11 Maret, perancang Inggris itu mengungkapkan bahwa hasil penjualan Le Masque akan disumbangkan ke @sgredcross [Palang Merah Singapura], untuk mendukung mereka yang terkena dampak langsung oleh virus corona.

    Namun netizen memberikan komentar negatif terhadap produk itu. Seorang pengguna Twitter menulis, “Jujur, bagaimana kalian bisa mendukung ini? Masker itu tidak memiliki manfaat medis. Dia mengeksploitasi virus corona. Memalukan!!"

    Menanggapi kritik tersebut, Tata Alamuddin berbicara kepada Hello! Magazine. “Kami menciptakan Le Masque sebagai respons untuk membantu selama masa yang menakutkan dan belum pernah terjadi sebelumnya. Masker adalah bahan pokok di rumah tangga Asia, dan digunakan secara teratur untuk pilek, polusi, dan pemulihan kosmetik,” ujarnya dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada hari Senin, 16 Maret 2020, seperti dilansir dari laman US Magazine.

    Dia melanjutkan bahwa maskernya itu memang tidak memiliki sertifikat N95. “Dan harus dianggap sebagai penghalang fisik untuk bersin dan pilek dengan sentuhan fashion, tetapi tidak bersertifikat medis,” ujarnya.

    Seorang pengguna Instagram membela merek tersebut di Instagram, dengan menulis, “Jelas bahwa ini bukan masker penghenti Corona tetapi mereka menyumbangkan SEMUA keuntungan untuk tujuan yang layak. Saya pergi ke depan dan membeli satu untuk saya sendiri dan kemudian menyumbang langsung ke Palang Merah Singapura. Luangkan waktu ini untuk berbuat baik secara online dan tetap positif dalam komentar kami. "

    Tata Alamuddin mencatat bahwa maskernya dimaksudkan untuk memberi kembali dan mudah-mudahan membuat perbedaan dalam kehidupan mereka yang telah terkena dampak wabah virus corona. "Bagian dari misi merek TALA adalah membuat perbedaan di mana pun kami bisa untuk membantu mereka yang membutuhkan, melalui fashion," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.