Rachel Matthews Positif Corona, Ingatkan Pentingnya Karantina Diri Sendiri

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rachel Matthews. Instagram/@rachellynnmatthews

    Rachel Matthews. Instagram/@rachellynnmatthews

    TEMPO.CO, Jakarta - Rachel Matthews, yang membintangi film Frozen 2, mengumumkan bahwa ia telah dites positif terinfeksi corona, pada Senin 16 Maret 2020. Aktris berusia 26 tahun itu mengungkapkan dalam serangkaian unggahan di Instagram Story-nya, bahwa ia telah dikarantina selama seminggu terakhir karena sakit.

    "Hai teman-teman, saya dinyatakan positif COVID-19 dan telah di karantina minggu lalu," tulis Rachel Matthews seperti dilansir dari laman Page Six. "Tidak yakin apa langkah selanjutnya (mendapatkan info yang beragam sehingga akan membuat Anda diposting) tapi jelas akan tetap dikarantina sampai disuruh melakukan sebaliknya."

    Aktris yang menjadi pengisi suara Honeymaren dalam Fronzen 2, menjelaskan bagaimana gejala berubah selama beberapa hari dan mengatakan tes virus corona sangat sulit didapat.

    "Negara kami sangat ketinggalan, dan kami tidak memiliki banyak sistem," tulis Rachel Matthews. "Saya hanya dites karena saya sudah ada di sekitar kasus yang dikonfirmasi dan telah menunjukkan gejala."

    Dia mengingatkan para pengikutnya untuk beristirahat, minum banyak cairan, dan mengkarantina diri sendiri. "Saya akan memposting beberapa info yang saya harap akan bermanfaat bagi sebagian orang," kata aktris serial Hulu "Looking For Alaska" itu. "Tolong jangan ragu untuk menghubungi saya dan ajukan pertanyaan kepada saya."

    Di unggahan lainnya, Rachel Matthews juga memaparkan gejala-gejala yang dirasakannya selama 7 hari. Hari pertama ia mengalami sakit tenggorokan, kelelahan dan sakit kepala. Hari kedua dia merasa demam ringan, badan pegal-pegal, kedinginan, nyeri tajam di paru-paru, mulai batuk kering dan tak nafsu makan.

    “Hari ketiga, tidak demam, sakit ringan, paru-paru menjadi jauh lebih buruk, mengakibatkan batuk kering yang dalam, sesak napas, sangat kelelahan, tidak ada nafsu makan,” tulisnya.

    Sementara di hari keempat gejala corona terasa menjadi lebih ringan. Namun paru-paru tetap berat dan sesak nafas. Juga secara acak kehilangan indra penciuman dan rasa, pun masih tidak selera makan. Di hari kelima, keenam dan ketujuh semuanya tetap kurang lebih sama. “Aku merasa lebih seperti diriku sendiri, masih mengalami sesak napas, kehilangan nafsu makan, kelelahan dan tidak ada rasa / bau tetapi secara keseluruhan baik-baik saja,” kata Rachel Matthews.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.