Louis Vuitton Produksi Hand Sanitizer untuk Hadapi Virus Corona

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi-Hand sanitizer. Mahasiswa UGM raih penghargaan berkat lendir ikan. SHUTTERSTOCK KOMUNIKA ONLINE

    Ilustrasi-Hand sanitizer. Mahasiswa UGM raih penghargaan berkat lendir ikan. SHUTTERSTOCK KOMUNIKA ONLINE

    TEMPO.CO, Jakarta - LVMH, perusahaan mode pemilik brand mewah seperti Louis Vuitton, Christian Dior, Givenchy, mulai memproduksi cairan pembersih tangan atau hand sanitizer untuk mengatasi kekurangan selama epidemi virus corona. Perusahaan ini menggunakan fasilitas pabrik parfumnya di Prancis.

    "LVMH akan menggunakan lini produksi parfum dan merek kosmetiknya untuk memproduksi gel hidroalkohol dalam jumlah besar mulai Senin," kata LVMH dalam sebuah pernyataan. "Gel ini akan dikirimkan secara gratis ke otoritas kesehatan."

    Perusahaan akan mengkonversi tiga dari beberapa fasilitas pembuatan parfum untuk membuat pembersih tangan. Fasilitas ini biasanya digunakan untuk memproduksi merek Guerlain, Dior, dan Givenchy.

    Dilansir Forbes, pengiriman pembersih pertama diharapkan akan dilakukan mulai Senin. Awalnya, LVMH akan memproduksi 12 ton gel hidroalkohol.

    Seperti diketahui, cairan pembersih tangan berbasis alkohol menjadi barang langka sejak virus corona baru atau COVID-19 mewabah dan kini jadi pandemi. Cairan ini direkomendasikan oleh Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit atau CDC Amerika Serikat sebagai alat yang efektif untuk menghindari penyebaran virus. Badan Pengawas Obat dan Makanan AS atau FDA telah mendorong apoteker dan dokter berlisensi untuk mulai membuat pembersih tangan mereka sendiri.

    LVMH yang berbasis di Paris, Prancis, juga ikut melakukan upaya mengurangi epidemi ini. Virus corona saat ini mempengaruhi banyak negara di Eropa, termasuk Prancis. Akhir pekan ini, Prancis menutup semua bisnis yang tidak penting termasuk restoran, bar, kafe, dan teater.

    Pada Ahad, jumlah kasus virus corona di Prancis telah melewati 5.420, dengan 127 kematian. Adapun di Indonesia hingga Senin, 16 Maret, pagi sudah tercatat sebanyak 117 orang positif, lima di antaranya meninggal dunia.

    Sedangkan di seluruh dunia, hingga Ahad jumlah angka infeksi COVID-19 mencapai 157.476 orang di 155 negara. Angka kematian akibat virus ini sebanyak 5.845 pasien dan yang sudah sembuh 75.953 orang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.