2 Balita Positif Covid-19, IDAI: Anak-anak Harus Dilindungi

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Kepolisian Sektor Laweyan bersama petugas Puskesmas Pajang memberikan arahan tentang bahaya Virus Corona di SDN Bratan 2, Surakarta, Jawa Tengah, Jumat, 13 Maret 2020.  Penjelasan virus yang diselingi mencuci tangan dengan benar dan aman tersebut untuk mengurangi dampak pendemi Corona di tempat-tempat umum. Tempo/Bram Selo Agung Mardika

    Petugas Kepolisian Sektor Laweyan bersama petugas Puskesmas Pajang memberikan arahan tentang bahaya Virus Corona di SDN Bratan 2, Surakarta, Jawa Tengah, Jumat, 13 Maret 2020. Penjelasan virus yang diselingi mencuci tangan dengan benar dan aman tersebut untuk mengurangi dampak pendemi Corona di tempat-tempat umum. Tempo/Bram Selo Agung Mardika

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Indonesia kembali mengumumkan 35 pasien tambahan yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona Covid-19 pada Jumat 14 Maret 2020. Dengan bertambahnya kasus baru tersebut, total kasus virus corona Covid-19 di Indonesia menjadi berjumlah 69 orang, di antaranya terdapat 2 balita.

    Menanggapi munculnya kasus anak-anak yang positif Covid-19, Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesian Spesialis Anak dan Konsultan Aman B. Pulungan mengimbau dengan tegas jika anak-anak di Indonesia harus dilindungi. 

    "Langkah pertama yang bisa dilakukan sekolah dan daycare, dimana tempat anak berkumpul harus diliburkan dulu. Hal ini juga menjadi rekomendasi WHO untuk melakukan penutupan sekolah," ucap Aman saat dihubungi Tempo.co, Sabtu 14 Maret 2020. "Saat ini sudah ada kasus anak-anak yang kena jadi untuk kondisi seperti ini tidak memandang usia semua bisa kena. Balita justru lebih rentan dan harus dilindungi."

    Aman juga mengimbau agar semua pihak terlibat dalam menangani kasus positif virus corona baik pemerintah pusat maupun daerah, dan tentu saja termasuk di keluarga masing-masing. "Tolong dong semuanya, kalau kita sayang dengan 90 juta anak Indonesia, saya menyarankan lockdown paling tidak kota-kota yang saat ini ada penderita. Jangan sampai kalau sudah kejadian baru menyesal," tegasnya.

    Meski demikian kembali Aman mengingatkan agar menanggapinya dengan tidak panik tapi tetap berusaha. Ia mengimbau terapkan pola hidup bersih dan sehat di rumah, anak-anak sebaiknya tidak dibawa ke pusat keramaian termasuk mal. "Selain itu, anak jangan dibiasakan cium tangan kepada yang lebih tua dan anak balita jangan dicium-ciumin lagi," imbaunya.

    Termasuk juga imbauan para orang tua yang harus bekerja dan terekspos keramaian dengan keramaian. Sampai rumah lalu mandi, ganti baju, dan cuci tangan. "Perlu diperhatikan energi kalau anak sakit itu lebih-lebih, orang tua berisiko sakit. Ketika anak sakit satu keluarga bisa sakit," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal yang Dilarang dan Dibatasi Selama Pemberlakuan PSBB Jakarta

    Anies Baswedan memberlakukan rencana PSBB pada 9 April 2020 di DKI Jakarta dalam menghadapi Covid-19. Sejumlah kegiatan yang dilarang dan dibatasi.