Hari Ginjal Sedunia, Ini Daftar Makanan yang Menyehatkan Ginjal

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi apel. Unsplash.com/Aaron Blanco Tejedor

    Ilustrasi apel. Unsplash.com/Aaron Blanco Tejedor

    TEMPO.CO, Jakarta - Hari Ginjal Sedunia diperingati setiap Kamis pekan kedua Maret, tepat hari ini. Peringatan ini bertujuan mengingatkan orang akan pentingya kesehatan ginjal.

    Ginjal merupakan organ kecil di perut bagian bawah yang berfungsi menyaring produk limbah dari darah dan mengirimnya keluar dari tubuh melalui urine. Organ ini juga bertanggung jawab untuk menyeimbangkan kadar cairan dan elektrolit.

    Beberapa makanan dapat meningkatkan kinerja ginjal, sementara ada pula yang justru meningkatkan risiko masalah pada ginjal. Kerusakan pada ginjal dapat menyebabkan penyakit ginjal kronis (CKD). Pola makan merupakan bagian penting dari perawatan ginjal.

    Berikut makanan dan minuman yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan ginjal, seperti dilansir Medical News Today.

    1. Air putih

    Air putih merupakan minuman paling penting bagi tubuh. Sel-sel tubuh menggunakan air untuk mengangkut racun ke dalam aliran darah. Lalu darah akan disaring oleh ginjal untuk mengeluarkan racun tersebut melalui urine. Agar ginjal sehat, minum air putih setidaknya dua liter sehari atau kapan pun merasa haus.

    2. Ikan berlemak

    Salmon, tuna, dan ikan air dingin lainnya mengandung asam lemak omega-3 yang bermanfaat untuk diet apa pun. Tubuh tidak dapat membuat asam lemak omega-3, yang berarti mereka harus berasal dari makanan. Ikan berlemak adalah sumber alami lemak sehat ini.

    Seperti yang dicatat oleh National Kidney Foundation, lemak omega-3 dapat mengurangi kadar lemak dalam darah dan juga menurunkan tekanan darah. Karena tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko penyakit ginjal, jadi makan ikan dengan asam lemak omega-3 jadi salah satu upaya untuk menjaga kesehatan ginjal.

    3. Ubi jalar

    Ubi jalar mirip dengan kentang putih, tetapi seratnya lebih banyak sehingga terurai lebih lama. Ini akan menghasilkan lonjakan kadar insulin yang lebih sedikit. Ubi jalar juga mengandung vitamin dan mineral, seperti potasium, yang dapat membantu menyeimbangkan kadar natrium dalam tubuh dan mengurangi pengaruhnya pada ginjal.

    Namun, karena ubi jalar adalah makanan kalium tinggi, siapa pun yang menderita CKD atau sedang menjalani dialisis sebaiknya membatasi asupan makanan ini.

    4. Sayuran hijau

    Sayuran hijau gelap, seperti bayam dan kangkung mengandung beragam vitamin, serat, dan mineral. Banyak juga yang mengandung senyawa pelindung, seperti antioksidan. Namun, makanan ini juga cenderung tinggi kalium, sehingga mungkin tidak cocok untuk orang dengan diet terbatas atau mereka yang menjalani dialisis.

    5. Beri

    Beri gelap, yang termasuk stroberi, blueberry, dan raspberry, adalah sumber nutrisi bermanfaat dan senyawa antioksidan. Buah ini dapat membantu melindungi sel-sel dalam tubuh dari kerusakan.

    Buah beri cenderung menjadi pilihan yang lebih baik daripada makanan lainnya untuk memuaskan keinginan makan manis.

    6. Apel

    Apel adalah camilan sehat yang mengandung serat penting yang disebut pektin. Pektin dapat membantu mengurangi beberapa faktor risiko kerusakan ginjal, seperti kadar gula darah dan kolesterol tinggi.

    Selain makanan yang dianjurkan, terdapat beberapa makanan yang sebaiknya dihindari untuk menjaga kesehatan ginjal, yaitu makanan kaya fosfor. Terlalu banyak fosfor dapat memberi tekanan pada ginjal. Penelitian telah menunjukkan bahwa ada korelasi antara asupan fosfor tinggi dan peningkatan risiko kerusakan jangka panjang pada ginjal.

    Namun, tidak ada cukup bukti untuk menyimpulkan bahwa fosfor menyebabkan kerusakan ini, sehingga diperlukan lebih banyak penelitian tentang topik ini.

    Bagi orang yang ingin mengurangi asupan fosfor, makanan yang sebaiknya dihindari antara lain daging, produk susu, biji-bijian, polong-polongan, kacang, dan daging merah

    Beberapa jenis protein, seperti daging merah, lebih sulit untuk diproses oleh ginjal, atau tubuh secara umum.

    Penelitian awal menunjukkan bahwa orang yang makan banyak daging merah memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit ginjal tahap akhir dibandingkan mereka yang makan lebih sedikit daging merah. Namun, ada kebutuhan untuk penelitian lebih lanjut untuk menyelidiki risiko ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.