Ciri-ciri Tempat Kerja yang Bisa Bikin Karyawan Stres dan Depresi

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bete di kantor. shutterstock.com

    Ilustrasi bete di kantor. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Tempat kerja berisiko membuat karyawan, baik laki-laki maupun perempuan, rentan stres dan depresi. Itu sebabnya, pilihlah lingkungan kerja yang sehat dan hindari yang kurang kondusif.

    Psikolog dari Sub Bagian Psikologi Instalasi Rehabilitasi Medik RSUP Sanglah Denpasar, Lyly Puspa Palupi S, mengatakan lingkungan kerja yang sehat bisa membuat para karyawannya bekerja dalam situasi yang aman, menjalankan fungsi dan wewenang sebagai bagian dari tim kerja dengan baik, dan bisa membuat karyawan termotivasi untuk bekerja secara optimal.

    Sedangkan kondisi kerja yang mengganggu berupa lingkungan fisik yang kurang kondusif atau kurang nyaman.

    "Misalnya ruangan yang terlalu sempit, terlalu bising karena suara mesin atau terlalu banyak orang, suhu udara yang ekstrem serta pekerjaan-pekerjaan di lokasi yang menantang, seperti lepas pantai, lokasi tambang di bawah tanah, di gedung pencakar langit juga bisa menimbulkan masalah psikologis bagi sebagian karyawan," kata Lyly di Denpasar, Rabu, 11 Maret 2020.

    Ia mengemukakan lingkungan tidak sehat lainnya berupa keselamatan yang tidak disediakan, relasi atasan dengan karyawan yang tidak harmonis, sistem upah dan penghargaan kerja yang kurang memuaskan, beban kerja yang terlalu berat, bidang yang tidak sesuai dengan kompetensi karyawan.

    Menurutnya, hal tersebut pada awalnya bisa memunculkan ketidakpuasan kerja, kemudian stres kerja yang jika tidak tertangani segera dan berkelanjutan, bisa menjadi masalah psikologis yang lebih serius, salah satunya depresi.

    Perlu dipahami bahwa stres dan depresi itu berbeda. Stres adalah kondisi seseorang yang tergugah secara fisik, emosi dan perilaku ketika menghadapi situasi yg dipersepsikan oleh dirinya sebagai suatu tantangan atau melebihi kapasitas dirinya.

    Misalnya, ketika karyawan dihadapkan pada tugas dengan tenggang waktu yang sempit dan dianggap akan sulit menyelesaikannya. Kondisi ini menyebabkan dia menjadi cemas, tegang, dan sulit berpikir.

    Sedangkan depresi adalah kondisi suasana hati yang didominasi perasaan sedih, tidak berdaya, ada pikiran-pikiran negatif. Kadang disertai sulit tidur atau terlalu banyak tidur, dan sulit makan atau terlalu banyak makan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.