Peneliti Ungkap Manfaat Kafein pada Kopi, Bukan untuk Kreativitas

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kopi. Unsplash.com/Kira Auf Der Heide

    Ilustrasi kopi. Unsplash.com/Kira Auf Der Heide

    TEMPO.CO, Jakarta - Kafein dalam kopi selama ini dikaitkan dengan kreativitas seseorang. Ini karena banyak orang yang bekerja di industri kreatif memiliki ketergantungan terhadap minuman ini.

    Namun, sebuah studi baru menunjukkan hal itu tidak beralasan. Kafein dalam secangkir kopi di pagi hari memang bisa membantu Anda fokus, terampil memecahkan masalah, tetapi tidak berpengaruh untuk kreativitas Anda, menurut sebuah studi dalam jurnal Consciousness and Cognition edisi Maret.

    Untuk sampai pada temuan ini, Darya Zabelina, asisten profesor psikologi di University of Arkansas dan tim mempelajari efek kafein pada 80 orang sukarelawan.

    Mereka memberi para sukarelawan ini pil kafein 200 miligram (mg) - setara dengan satu cangkir kopi kental - atau plasebo.

    Hasil studi menunjukkan, kafein meningkatkan pemikiran konvergen atau berhubungan dengan pemecahan masalah tetapi tidak berdampak nyata pada pemikiran divergen yakni berhubungan dengan kreativitas.

    Para peneliti juga menemukan, kafein tidak secara signifikan memengaruhi memori kerja, tetapi tampaknya memengaruhi suasana hati - mereka yang meminumnya melaporkan lebih sedikit merasa sedih.

    "200 mg kafein meningkatkan pemecahan masalah secara signifikan, tetapi tidak berpengaruh pada pemikiran kreatif," kata Zabelina seperti dilansir WebMD.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara