Menteri Bintang Puspayoga Pastikan Kasus Video Bullying Cepat Ditangani

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi pelecehan seksual (pixabay.com)

    ilustrasi pelecehan seksual (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Video viral tentang perundungan atau bullying terhadap pelajar perempuan beredar di linimasa media sosial. Kejadian tersebut diduga terjadi di salah satu institusi pendidikan di Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara.

    Video bullying berdurasi 26 detik ini memperlihatkan seorang siswa perempuan yang sudah dibaringkan di lantai dan dipegangi tangan dan kakinya. Walaupun terus meronta, siswi tersebut tak berdaya karena banyaknya orang yang merundungnya.

    Bullying terhadap korban dinilai sangat fatal dan keterlaluan, sebab selain menutup mulut siswi pakai kain, mereka juga melecehkannya dengan memegang payudara dan nyaris membuka pakaian dalamnya.

    Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak atau PPPA, Bintang Puspayoga sudah mencermati dan merasa prihatin dan geram dengan video yang dialami oleh siswi tersebut. "Kami anggap sebagai bentuk kekerasan dan perundungan terhadap siswi. Terlebih lagi kasus ini terjadi di institusi pendidikan dan dilakukan secara sadar kemudian direkam dan disebarluaskan hingga viral,” tegas Menteri Bintang dalam keterangan pers yang diterima Tempo.co, Selas 10 Maret 2020.

    Untuk menindaklanjuti video tersebut, Menteri Bintang mengatakan telah melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak. Kementrian PPPA telah melakukan koordinasi dengan Dinas PPPA Kabupaten Bolaang Mongondow, Tim Cyber Crime Bareskrim Polri, Reskrim, dan pihak sekolah.

    "Pagi ini, pihak Polres Bolaang Mongondow Kasat Reskrim akan mendatangi tempat kejadian perkara di salah satu institusi pendidikan di sana. Hasil perkembangan kasus ini juga akan dilaporkan,” lanjut Menteri Bintang.

    Menteri Bintang akan memastikan kasus ini dapat segera ditangani dengan memperhatikan kepentingan terbaik bagi anak dan mengimbau agar masyarakat tidak menyebarluaskan video tersebut.

    "Saya akan memastikan penanganan dapat segera dilakukan dengan memperhatikan kepentingan terbaik bagi anak. Saya juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menyebarkan video yang menampilan identitas korban sesuai pasal 64i Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak," tutup Menteri Bintang.

    Menteri Bintang Puspayoga mengapresiasi masyarakat yang sudah melaporkan kejadian tersebut di media sosial Kementrian PPPA. Dia juga mengimbau agar masyarakat tidak segan untuk melaporkan langsung segala bentuk kekerasan terhadap anak kepada Kementrian PPPA melalui pengaduan ke nomor handphone 082125751234 dan akun sosial media Kementrian PPPA.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.