Seblak Bisa Memicu Usus Buntu? Awas Ada Bahaya Lain Mengintai

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seblak Basah. youtube.com

    Seblak Basah. youtube.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Seblak salah satu tren kuliner yang digemari banyak orang. Makanan yang memiliki cita rasa pedas ini, terdiri dari kerupuk basah, macaroni, telur, serta tambahan makanan ringan lainnya. 

    Beberapa waktu yang lalu sempat beredar sebuah unggahan di media sosial yang menggegerkan banyak orang mengenai seorang anak yang diduga mengalami usus buntu parah akibat terlalu sering makan seblak. Di tulisan itu disebutkan bahwa kerupuk basah yang menjadi bahan utama seblak tidak bisa dicerna oleh tubuh, sehingga menumpuk di usus.

    Unggahan tersebut lalu ramai dibagikan oleh masyrakat. Padahal, hal tersebut tidaklah benar alias hoax. Menurut medical editor SehatQ, dr. Anandika Pawitri  kerupuk yang dimasak basah, seperti seblak, tetap masih bisa dicerna tubuh. Jadi, tidak benar jika seblak menyebabkan usus buntu karena hal itu.

    “Kerupuk di dalam seblak tidak menyebabkan usus buntu, kecuali kalau di dalamnya ada bahan makanan yang memang tidak bisa dicerna oleh tubuh, contohnya biji-bijian dari buah, atau bahan yang mengandung metal,” ujarnya.

    Dia menambahkan bahwa tidak semua bahan yang tidak bisa dicerna oleh usus serta-merta akan menyebabkan usus buntu. Sebab, sebagian besarnya tetap akan dibuang tubuh melalui feses. 

    Lebih lanjut, dr, Anandika menambahkan bahwa usus buntu adalah penyakit infeksi. Sehingga, penyebab terjadinya infeksi usus buntu adalah masuknya materi feses, mikroba atau parasit lewat pembuluh darah dan masuk ke usus. “Infeksi usus buntu baru terjadi saat bakterinya terus bertambah banyak, kemudian menyebabkan peradangan dan infeksi, lalu menimbulkan gejala seperti sakit perut yang teramat sangat.”

    Terakhir, dr. Anandika menambahkan bahwa sebenarnya ada bahaya makan seblak yang perlu lebih diwaspadai disamping usus buntu, seperti diare dan dampak negatif lain akibat kelebihan sodium dan karbohidrat.

    Sebab jika dilihat, bahan-bahan pembuatan seblak seperti cabai atau sambal dalam jumlah yang sangat banyak, ditambah dengan garam, penyedap rasa, dan bumbu lain yang jumlah sodiumnya mungkin melebihi rekomendasi harian kita, justru lebih berbahaya. Dalam seporsi seblak, kandungan nutrisi yang dominan pun hanya karbohidrat, dan tidak ada serat maupun protein yang seimbang. “Kalau itu dikonsumsi berlebihan, bisa menimbulkan diare, atau dalam jangka panjang, konsumsi sodium berlebih itu bisa memicu penyakit jantung,” tutupnya.

    SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.