Penyebab Miss V Bengkak dari Infeksi Jamur, Herpes, sampai Kista

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Miss V

    Ilustrasi Miss V



    5. Infeksi jamur
    Salah satu gejala infeksi jamur vagina adalah pembengkakan. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh jamur Candida albicans. Selain pembengkakan, infeksi jamur vagina biasanya menimbulkan berbagai gejala, seperti rasa perih, sakit saat buang air kecil, sakit saat melakukan hubungan seksual, kemerahan pada vagina dan keputihan yang menggumpal dan berbau tidak sedap.

    Jika Anda mengalami infeksi jamur, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter guna mendapatkan pengobatan yang tepat. Biasanya dokter akan meresepkan berbagai obat, termasuk obat pereda nyeri dan obat antijamur.

    6. Vaginosis bakteri
    Pertumbuhan bakteri jahat yang berlebih di vagina bisa menyebabkan kondisi vaginosis bakteri atau infeksi bakteri vagina. Kondisi ini umumnya menimbulkan pembengkakan, rasa gatal, sensasi rasa terbakar, hingga cairan berwarna keabuan dengan bau busuk yang menyengat.

    Beberapa kasus vaginosis bakteri dapat sembuh dengan sendirinya. Akan tetapi, guna membantu memulihkan kondisi, biasanya dokter akan meresepkan antibiotik dan obat-obatan antibakteri. Obat-obatan tersebut ada yang dikonsumsi secara oral dan ada yang dioleskan ke area vagina Anda. Selain itu, Anda pun disarankan untuk senantiasa menjaga kebersihan vagina secara rutin.

    7. Servisitis
    Servisitis adalah kondisi saat leher rahim mengalami peradangan. Umumnya servisitis timbul sebagai akibat dari penyakit infeksi menular seksual. Kendati demikian, tidak semua orang yang mengalami servisitis memiliki riwayat penyakit infeksi menular seksual. Beberapa jenis penyakit menular seksual yang biasanya menyebabkan servisitis adalah klamidia, gonore, dan trikomoniasis.

    Selain menimbulkan pembengkakan pada vagina, kondisi ini juga biasanya menyebabkan nyeri panggul, keputihan yang tidak normal, perdarahan saat menstruasi, dan rasa nyeri saat berhubungan seksual. Oleh karena itu, bagi Anda yang merasakan berbagai gejala tersebut, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter.

    8. Kista
    Kista bartholin dan saluran Gartner adalah penyebab vagina bengkak lainnya. Kista ini adalah jenis kista yang muncul pada kelenjar bartholin dan terletak di kedua sisi bawah lubang vagina. Terkadang, kelenjar ini dapat mengalami infeksi yang berisi nanah dan membentuk abses.

    Selain vagina yang membengkak, kista bartholin dapat menimbulkan gejala lainnya, seperti terasa nyeri, sensasi rasa terbakar, hingga perdarahan. Kista juga dapat tumbuh di saluran Gartner, yakni saluran yang terbentuk pada janin ketika organ saluran kemih dan seksualnya berkembang. Jaringan sisa yang menempel dan tidak hilang setelah melahirkan di dinding vagina inilah yang dapat berkembang menjadi kista.

    Meski tidak berbahaya, kedua kista tersebut bisa saja menimbulkan masalah ketika tumbuh dan mengalami infeksi. Untuk mengatasinya, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter guna melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

    Jika kista bartholin berukuran kecil, biasanya dapat hilang dengan sendirinya. Mandi dengan air hangat dan minum obat pereda nyeri dapat membantu meredakan rasa nyeri dan pembengkakan. Namun, pada kasus yang parah, kista bartholin dapat ditangani dengan cara melakukan tindakan pembedahan kecil untuk mengeluarkan nanah. Setelah prosedur, luka akan dibersihkan dan ditutup. Hal yang sama juga dilakukan pada jenis kista Gartner.

    9. Herpes genital
    Vagina
    bengkak juga dapat disebabkan oleh kondisi herpes genital atau dikenal pula dengan herpes simplex. Herpes genital dapat menimbulkan gejala, seperti luka lepuh kecil di area vagina. Luka lepuh kecil dapat pecah dan menimbulkan rasa sakit yang teramat sangat.

    Selain pembengkakan pada vagina, herpes genital bisa menyebabkan rasa nyeri dan beberapa area tubuh terasa sakit karenanya. Sampai saat ini belum ada pilihan pengobatan yang tepat untuk mengobati herpes genital, tetapi obat resep dokter dapat membantu meredakan gejala penyakit.

    SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.