Mau Buat Hand Sanitizer Sendiri, Perhatikan Panduan dari WHO

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi hand sanitizer. Pixabay

    Ilustrasi hand sanitizer. Pixabay

    TEMPO.CO, Jakarta

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejak pemerintah mengumumkan kasus positif virus corona di Indonesia beberapa waktu lalu, banyak warga panik dan membuat banyak orang memborong beberapa barang yang diyakini dapat mencegah virus corona menyebar. Salah satunya adalah hand sanitizer yang merupakan cairan pembunuh kuman.

    Kini hand sanitizer menjadi langka di pasaran, jika ada pun harganya melambung tinggi. Namun tak perlu khawatir, formula hand sanitizer ternyata terbilang cukup sederhana. Bahan-bahannya pun mudah didapatkan sehingga Anda bisa membuatnya sendiri di rumah. 

    Organisasi kesehatan dunia (WHO) telah merilis sebuah panduan tentang cara membuat hand sanitizer untuk produksi rumahan yang dapat diikuti. Di dalam panduan tersebut tercantum resep, cara pembuatan, dan anjuran menggunakan hand sanitizer dengan benar.

    Ada dua resep hand sanitizer dalam panduan dari WHO ini. Resep pertama menggunakan ethanol 96 persen dan resep kedua menggunakan isopropil alkohol 99,8 persen. Berikut uraiannya.

    Resep 1: Hand sanitizer dengan bahan Ethanol 96%

    Untuk hasil akhir hand sanitizer sebanyak 1 liter, berikut bahan-bahan yang diperlukan:
    - Ethanol 96 persen sebanyak 833 ml
    - Gliserin sebanyak 14,5 ml
    - Hidrogen peroksida sebanyak 41,7 ml
    - Air suling steril (distilasi) atau air minum yang direbus ditambahkan hingga larutan mencapai 1 liter (sekitar 110 ml atau hingga mencapai batas 1 liter pada gelas ukur).

    Resep 2: Hand sanitizer dengan bahan isopropil alkohol 99,8%

    Untuk hasil akhir hand sanitizer sebanyak 1 liter
    - Isopropil alkohol 99,8 persen sebanyak 751,5 ml
    - Gliserin sebanyak 14,5 ml
    - Hidrogen peroksida sebanyak 41,7 ml
    - Air suling atau air minum yang direbus ditambahkan hingga larutan mencapai 1 liter (sekitar 192 ml atau hingga mencapai batas 1 liter pada gelas ukur).

    Bahan-bahan tersebut tersedia di apotek atau toko bahan kimia. Jika Anda membelinya di toko bahan kimia, siapkan kartu identitas Anda karena pihak toko biasanya akan meminta Anda memperlihatkannya. Berbagai bahan di atas biasanya tersedia dalam ukuran masing-masing 1 liter. Jika tersisa banyak, dapat Anda simpan untuk pembuatan selanjutnya.

    Alat-alat yang diperlukan untuk kedua resep

    Berikut alat-alat yang perlu dipersiapkan sebagai cara membuat hand sanitizer:
    - Gelas ukur
    - Corong
    - Jerigen/botol bersih berukuran 1 liter untuk mencampur semua bahan
    - Botol plastik spray ukuran 50 ml atau 100 ml untuk membagi hand sanitizer yang sudah jadi.

    Langkah-langkah pembuatan hand sanitizer
    Langkah-langkah di bawah ini perlu diikuti secara rinci agar hasil yang diharapkan sesuai dengan standar panduan dari WHO.
    - Ukur semua bahan sesuai dengan takarannya
    - Pertama masukan ethanol atau isopropil alkohol pada jerigen/botol bersih
    - Masukan hidrogen peroksida ke dalam jerigen/botol berisi alkohol
    - Selanjutnya, masukan gliserin ke dalam jerigen/botol. Perlu diperhatikan bahwa cairan gliserin lengket dan kental, jadi pastikan jangan ada yang tertinggal di gelas ukur dengan cara membilasnya dengan air suling.
    - Setelah semua bahan terkumpul dalam jerigen/botol tambahkan air suling hingga mencapai 1 liter.
    - Segera tutup jerigen/botol setelah semua bahan dimasukan untuk menghindari menguapnya alkohol.
    - Campurkan semua bahan dengan cara mengocok jerigen/botol dengan perlahan hingga dapat dipastikan semua bahan tercampur rata.
    - Segera bagikan campuran hand sanitizer ke dalam botol yang lebih kecil agar mudah untuk digunakan.
    - Simpan botol-botol tersebut selama 72 jam untuk memastikan tidak ada kontaminasi mikroorganisme dari wadah botol.
    - Hand sanitizer siap digunakan.

    SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.