Hati-hati Mengikuti Delapan Diet Ini, Cepat Kurus tapi Tak Sehat

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi diet. shutterstock.com

    Ilustrasi diet. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Diet menjadi salah satu cara yang paling banyak diikuti orang untuk mengurangi berat badan. Sayangnya, kebanyakan orang mengikuti diet yang salah sehingga menyebabkan masalah kesehatan lain.

    Banyak cara diet kilat yang bisa ditemukan di dunia maya. Meski diklaim cepat bikin kurus, tidak pernah dijelaskan apa efek sampingnya bagi kesehatan dan diet ini biasanya tidak akan bertahan lama.

    Berikut adalah beberapa kesalahan diet atau cara diet yang tidak sehat dilansir Boldsky, Ahad, 8 Maret 2020.

    1. Jus diet
    Meminum jus diet tidak akan membantu menurunkan berat badan Anda, sebab yang hilang bukanlah lemak melainkan massa air dan otot. Jus tidak mengandung protein tetapi hanya beberapa nutrisi saja tergantung dari buah dan sayur apa yang diminum.

    Jus diet memang dapat membantu menurunkan berat badan dengan cepat dalam jangka pendek, namun untuk jangka panjang, tubuh Anda akan kekurangan mikronutrien dan makronutrien penting.

    2. Diet rendah lemak
    Melakukan diet rendah lemak untuk menurunkan berat badan adalah ide yang buruk. Mengkonsumsi lemak sehat akan membuat Anda kenyang, yang berarti Anda merasa kenyang untuk jangka waktu yang lebih lama dan itu mencegah Anda makan berlebihan.

    Diet rendah lemak menyebabkan ketidakseimbangan hormon, risiko diabetes yang lebih tinggi, kesehatan jantung yang buruk, dan berkurangnya fungsi otak.

    3. Diet rendah karbohidrat
    Diet rendah karbohidrat adalah diet yang berfokus pada protein, ikan, telur, ayam dan sayuran non-tepung, tidak termasuk kacang-kacangan, buah-buahan, roti dan biji-bijian.

    Karbohidrat dibutuhkan untuk menyediakan energi bagi tubuh dan ketika Anda tiba-tiba memotongnya, itu dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti bau mulut, lemas, sakit kepala, kelelahan, dan ruam kulit yang pada akhirnya itu tidak akan membantu dalam penurunan berat badan.

    4. Diet ketat
    Diet ketat adalah strategi penurunan berat badan dalam waktu yang lebih singkat. Beberapa contoh diet ketat adalah diet sup ayam, diet sup kubis, diet jeruk Bali merah atau grapefruit, diet jus dan sebagainya.

    Mengikuti diet ketat akan menyebabkan penurunan berat badan dalam waktu cepat untuk jangka pendek, tetapi dalam jangka panjang akan menyebabkan peningkatan kenaikan berat badan, melemahkan sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan risiko dehidrasi.

    5. Makan tinggi protein
    Melakukan diet protein bukanlah cara yang baik untuk memiliki badan langsing. Sebab tubuh Anda membutuhkan vitamin dan mineral lain untuk bertahan hidup dan juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

    Diet tinggi protein termasuk makanan seperti mengonsumsi produk susu penuh lemak, daging merah, kacang-kacangan dan ikan.

    6. Berolahraga selama berjam-jam
    Berolahraga tentu saja membantu penurunan berat badan, tetapi ketika Anda melakukan olahraga berlebihan, Anda cenderung merasa lapar dan akan makan lebih banyak.

    Dengan cara ini, Anda tidak akan bisa menurunkan berat badan dan juga Anda akan merasa lebih lelah. Olahraga yang berlebihan juga dapat menyebabkan masalah kesehatan jantung dan mental.

    7. Diet makanan mentah
    Melakukan diet makanan mentah bukanlah cara terbaik untuk menurunkan berat badan. Beberapa makanan mentah saat dimasak melepaskan nutrisi penting yang dapat membantu penurunan berat badan jangka panjang. Makanan ini termasuk tomat, bayam, kacang-kacangan dan wortel.

    8. Makan sandwich atau wrap
    Hanya makan sandwich atau wrap sandwich untuk makan siang atau malam tidak akan membantu menurunkan berat badan. Sebab Anda tidak akan merasa kenyang dan justru lapar di akhir hari.

    Hal ini malah akan membuat Anda berlebihan di malam hari dan tidak akan bisa menurunkan berat badan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.