Mau Buat Hand Sanitizer Sendiri, Ahli Ingatkan Risikonya

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi hand sanitizer. Pixabay

    Ilustrasi hand sanitizer. Pixabay

    TEMPO.CO, Jakarta - Virus corona menjadi ancaman kesehatan global yang sangat nyata dengan cepat. Ancaman ini membuat banyak orang membeli produk-produk seperti hand sanitizer untuk melindungi diri dari penyebaran kuman. Namun, dengan kekurangan pasokan terjadi di sejumlah negara di seluruh dunia, banyak orang sekarang bertanya-tanya hand sanitizer buatan sendiri bisa jadi solusi penggantinya.

    Selama beberapa hari terakhir, resep Do It Yourself atau DIY hand sanitizer mulai bermunculan di internet. Resepnya berupa campuran alkohol dan lidah buaya, di antara beberapa bahan lain (minyak pohon teh, misalnya).

    Melansir laman Bustle, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO memang memiliki panduan sendiri untuk membuat hand sanitizer. Tetapi panduan ini dimaksudkan untuk populasi yang tidak memiliki akses air bersih, sabun, atau produk kelas medis lainnya untuk membantu melindungi terhadap penyebaran kuman.

    Pada 3 Maret 2020, Public Health England atau PHE tidak merekomendasikan publik membuat hand sanitizer sendiri di rumah. Meskipun PHE tidak berbagi alasannya, mungkin karena faktanya hanya sedikit bukti yang menunjukkan bahwa hand sanitizer rumahan benar-benar bekerja dalam memerangi virus. Selain itu, Editor Sains Wired, Matt Reynolds, mencatat: "Yang terbaik, itu mungkin akan kurang efektif daripada versi pabrik dan lebih buruk lagi Anda dapat merusak kulit Anda dengan parah."

    Sementara itu,  Profesor Robert Dingwall, pakar kesehatan masyarakat dari Universitas Nottingham Trent, menunjukkan potensi risiko keamanan lain yang dapat terjadi jika konsentrasi alkohol yang salah digunakan ketika membuat hand sanitizer. "Ada juga risiko Anda mengenakannya dan kemudian menyalakan keran gas dan kemudian tangan Anda naik seperti puding Natal," katanya.

    Ketika menghentikan penyebaran virus corona, cara yang lebih baik untuk mencuci tangan adalah dengan menggunakan sabun dan air hangat, seperti yang direkomendasikan banyak pihak. Anda harus melakukan ini ketika Anda mulai bekerja atau tiba di rumah, setelah Anda meniup hidung, batuk atau bersin, dan sebelum Anda makan atau menangani makanan. Pastikan Anda mencucinya setidaknya 20 detik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.