Pakai Hand Sanitizer, Perhatikan Tanggal Kedaluwarsanya

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wanita menunjukkan hand sanitizer. Unsplash.com/Anna Earl

    Wanita menunjukkan hand sanitizer. Unsplash.com/Anna Earl

    TEMPO.CO, Jakarta - Akhir-akhir ini hand sanitizer menjadi favorit banyak orang. Penyebabnya karena banyak orang yang percaya membersihkan tangan dengan hand sanitizer bisa mencegah infeksi virus corona. Namun ketika membeli hand sanitizer pastikan Anda memperhatikan tanggal yang tertera pada kemasan.

    Ya, sebagian besar pembersih tangan memiliki tanggal kedaluwarsa dan Anda mungkin harus memperhatikannya. "Bahan aktif hanya dijamin efektif hingga tanggal kedaluwarsa," kata Dr. Andrew Alexis, MD, ketua departemen dermatologi Mount Sinai, New York, Amerika Serikat.

    "Tidak ada tanda-tanda visual yang jelas dari kedaluwarsa sehingga memeriksa label adalah satu-satunya cara yang dapat diandalkan" untuk mengetahui apakah botol itu masih bisa digunakan atau tidak,” katanya seperti dilansir dari laman Bustle.

    Namun tidak setiap botol dicetak dengan tanggal kedaluwarsa, menurut Suzanne Willard, PhD, seorang profesor klinis dan dekan untuk kesehatan global di Rutgers School of Nursing, New Jersey, Amerika Serikat. Kadang tulisan tanggalnya bisa dengan mudah terhapus, apalagi jika diletakkan di dalam tas. Jika itu masalahnya, katanya, Anda mungkin dapat mengasumsikan pembersih tangan Anda memiliki masa simpan setidaknya satu tahun.  Sedangkan Andrew Alexis mengatakan umur simpan bisa lebih fari tiga tahun

    Lalu, jika hand sanitizer sudah kedaluwarsa menurut Suzanne Willard masih bisa digunakan. "Sesuatu lebih baik daripada tidak sama sekali," katanya. "Beberapa gesekan dan cairan akan membantu menyingkirkan beberapa kuman."

    Para ahli juga mengatakan Anda bisa menyiapkan pembersih tangan sendiri jika Anda dalam keadaan darurat. "Anda dapat mempertimbangkan untuk menggunakan 70 persen alkohol isopropil — mis. Alkohol gosok — sebagai desinfektan kulit, mengoleskannya sedikit pada kapas dan menggunakannya untuk menyeka tangan," kata Alexis. "Kelemahannya adalah kulit menjadi kering, jadi gunakan pelembap tangan setelahnya atau gel lidah buaya untuk mengatasi hal itu.”

    Meski begitu, hand sanitizer tidak lebih baik dari mencuci tangan. Anda disarankan mencuci tangan dengan sabun dan air dan menggosok setidaknya 20 detik bila memungkinkan. "Mencuci tangan mengurangi jumlah semua jenis kuman dan bahan kimia di tangan. Tetapi jika sabun dan air tidak tersedia, menggunakan pembersih tangan dengan setidaknya 60 persen alkohol dapat membantu Anda menghindari sakit dan menyebarkan kuman ke orang lain," menurut Centers for Disease Control and Prevention. "Pembersih tangan berbasis alkohol dapat menonaktifkan banyak jenis mikroba dengan sangat efektif bila digunakan dengan benar."

    Setelah itu tutupi semua permukaan kedua tangan dan biarkan hingga kering. "Mencuci tangan dengan sabun dan air masih merupakan pilihan terbaik," kata Alexis.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.