Cegah Virus Corona, Perlukah Anak Mengonsumsi Suplemen?

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi suplemen/vitamin. Shutterstock

    Ilustrasi suplemen/vitamin. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua warga negara Indonesia terdiagnosis terinfeksi virus corona. Sejak hal itu diumumkan, sebagian masyarakat panik sehingga memborong masker dan hand sanitizer untuk mencegah penularan. Orang tua yang memiliki anak juga memberikan suplemen untuk meningkatkan imunitas mereka. 

    Dokter spesialis anak Agnes Tri Harjaningrum mengatakan orang tua tak perlu panik berlebihan terhadap wabah virus corona yang sudah sampai ke Indonesia. Sebelum suplemen, hal yang perlu dilakukan adalah konsisten melakukan kebiasaan hidup sehat.

    "Jadi kalau menurut saya jika konsisten melakukan kebiasaan hidup sehat tersebut anak-anak tidak membutuhkan suplemen vitamin atau suplemen khusus untuk menjaga daya tahan tubuhnya," ucap Agnes yang dihubungi Tempo.co, Selasa, 3 Maret 2020.

    Kebiasaan hidup sehat tidak hanya penting untuk mencegah virus corona, tapi meningkatkan daya tahan tubuh terhadap berbagai masalah kesehatan lainnya. Sama seperti mencegah penyakit lain, yang paling penting menurut Agnes sebenarnya adalah memperhatikan hal-hal berikut.

    Hal pertama, memberikan air susu ibu atau ASI bila anak masih bayi. Selain memiliki kandungan zat gizi yang dibutuhkan, ASI juga memiliki antibodi untuk memperkuat imunitas bayi. Lalu, lengkapi imunisasi anak.

    Selanjutnya mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang dan ajarkan mereka mencuci tangan dengan benar.

    Di tengah penyebaran virus, sebaiknya hindarkan anak dari kerumunan dan jauhkan mereka dari orang dewasa yang sakit.

    Dokter Agnes melalui kanal YouTube-nya Meet Dokter Agnes juga mengimbau agar orang tua tidak panik dalam memahami informasi mengenai Covid-19 yang masih akan terus berlanjut sampai kondisi tersebut bisa diatasi.

    "Jangan termakan hoaks seperti bawang putih bisa mengobati atau barang-barang dari China bisa menularkan virus corona. Cari informasi yang tepercaya bisa dari WHO, American Journal of Pediatrics, atau Ikatan Dokter Anak Indonesia," kata Agnes mengimbau.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.