Panik Virus Corona Borong Makanan, Ahli Gizi Sarankan Ini

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Salah satu etalase terlihat kosong di Naga Swalayan di kawasan Jatiwaringin, Jakarta Timur, Senin, 2 Maret 2020. Berdasarkan pantauan, warga paling banyak membeli beras dan mie instan. Ini tampak dari etalase beras dan mie instan yang sebagian besar terlihat kosong melompong. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Salah satu etalase terlihat kosong di Naga Swalayan di kawasan Jatiwaringin, Jakarta Timur, Senin, 2 Maret 2020. Berdasarkan pantauan, warga paling banyak membeli beras dan mie instan. Ini tampak dari etalase beras dan mie instan yang sebagian besar terlihat kosong melompong. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Tak lama setelah pemerintah mengumumkan dua warga negara Indonesia atau WNI positif terinfeksi virus corona pada Senin 2 Maret 2020, kepanikan melanda masyarakat. Tak hanya membeli masker dan hand sanitizer hingga stok kosong, banyak punya yang memborong sembako mulai dari minyak goreng hingga mi instan. 

    Kepanikan tersebut dinilai berlebihan. Penyebaran virus corona membuat warga takut keluar untuk berbelanja bahan makanan. Itu sebabnya, menyetok makanan, bahkan mi instan, jadi solusinya. 

    Pakar gizi Diana F. Suganda mengatakan hal tersebut bukan jalan keluar. Menurut dia, makanan instan dalam situasi seperti ini tidak mampu menjaga daya tahan tubuh untuk menangkal virus corona. Cara paling efektif menjaga daya tahan tubuh ialah mengonsumsi bahan makanan yang bergizi seimbang.

    "Perbanyak asupan protein baik hewani maupun nabati dan vitamin C dari buah dan sayuran segar. Jadi sebaiknya yang dikonsumsi bahan-bahan makanan segar tadi, bukan malah berlomba-lomba nyetok mi instan. Seperti kita tahu kalau mi instan mengandung bahan pengawet, serta garam yang tinggi," ucap Diana saat dihubungi Tempo.co, Selasa 3 Maret 2020.

    Selain makan bergizi seimbang, banyak pula yang merekomendasikan empon-empon atau rimpang seperti kunyit, jahe, kencur, dan serai untuk menjaga daya tahan tubuh. Hal itu boleh dilakukan. "Tapi bukan ramuan jamu menjadi poin utama," tegasnya.

    Menurut dia, cara terbaik untuk menjaga daya tahan tubuh adalah mengonsumsi makanan bergizi, melakukan aktivitas fisik, dan istirahat cukup. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.