Pahami Karantina Diri Sendiri dari Virus Corona Seperti Chung Ha

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi Korea Selatan, Chungha. instagram.com/chungha_official

    Penyanyi Korea Selatan, Chungha. instagram.com/chungha_official

    TEMPO.CO, Jakarta - Chung Ha, solois perempuan asal Korea Selatan dikabarkan mengarantina atau mengisolasi diri sendiri setelah salah satu stafnya dinyatakan positif terkena virus Corona usai berkunjung dari Italia.

    Melansir laman Allkpop, Senin 2 Maret 2020, pemilik nama Kim Chung Ha ini baru kembali dari Italia, salah satu negara di Eropa dengan kasus Covid -19 terbanyak sampai saat ini. Efek dari kondisi di atas, Chung Ha tidak hanya membatalkan seluruh agendanya tetapi juga ia memutuskan mengkarantina diri sendiri, meski hasil pemeriksaan menyatakan dirinya negatif.

    Lantas, apa yang dimaksud mengkarantina diri sendiri seperti yang dilakukan Chung Ha? Melansir laman Guardian, Senin 2 Maret 2020, otoritas kesehatan menyarankan agar orang yang baru kembali dari daerah yang terinfeksi virus corona harus mengasingkan atau mengkarantina diri sendiri.

    Mengasingkan diri adalah semacam karantina sukarela, di mana orang harus membuat pengaturan sendiri. Mereka diharapkan tinggal di rumah, dan tentu saja tidak pergi bekerja atau kuliah.

    Kuncinya adalah tidak mendekati orang lain, untuk menghindari penyebaran virus, yang ditularkan melalui tetesan atau droplet dari batuk dan bersin. Tetesan juga dapat mendarat di permukaan dan dipindahkan ke tangan orang, karenanya disarankan untuk sering mencuci tangan.

    Bisakah mereka pergi ke toko untuk mendapatkan makanan? Pada awalnya, beberapa pejabat setempat menyarankan tidak ada salahnya pergi ke toko-toko, dengan asumsi orang menjaga jarak dari yang lain. Tetapi baru-baru ini mereka telah menasihati orang untuk mengatur pengiriman makanan ke rumah mereka.

    Perlu diketahui jika Covid-19 yang sudah menyebar hampir di seluruh dunia ini kemungkinan besar berisiko ditularkan dalam jarak dekat. Mulai dari anggota keluarga dan orang-orang di sekitarnya akan berisiko terinfeksi.

    Kemudian, jika orang usai bepergian dari daerah yang terkena sebaran virus lalu kembali ke keluarga mereka, maka disarankan untuk menjaga jarak dengan keluarga sebanyak yang mereka bisa dengan mengasingkan atau mengkarantina diri sendiri .

    Sementara jika mereka merasa tidak sehat disarankan untuk berdiam disi sementara di rumah, tidak boleh pergi ke dokter atau fasilitas medis, dimana mereka berisiko menginfeksi orang lain, beberapa di antaranya mungkin sangat rentan karena mereka memiliki masalah kesehatan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka Boleh Tetap Bekerja Saat DKI Jakarta Berstatus PSBB

    PSBB di Jakarta dilaksanakan selama empatbelas hari dan dapat diperpanjang. Meski demikian, ada juga beberapa bidang yang mendapat pengecualian.