Pare dan 6 Tanaman Ini Diklaim Bisa Mengatasi Kanker Payudara

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kanker payudara. Shutterstock.com

    Ilustrasi kanker payudara. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kanker payudara banyak menyerang perempuan, tapi dapat juga dialami laki-laki. Ada sejumlah bahan makanan dan yang ditemukan di alam diklaim dapat mencegah penyebaran sel kanker, termasuk pare dan kunyit. Namun, bahan-bahan ini hanya untuk kanker payudara di stadium awal. 

    Selain pare dan kunyit, deretan obat tradisional ini umumnya biasa Anda temukan sehari-hari. Apa saja kandungannya yang disebut bisa cegah penyebaran sel kanker?

    Sejauh mana efektivitasnya dalam mencegah penyebaran sel kanker?

    1. Bawang putih

    Selain digunakan sebagai penyedap rasa, bawang putih juga dapat berfungsi sebagai obat tradisional kanker payudara. Kandungan senyawa ajoene di dalam bawang putih sanggup memperlambat produksi sel-sel kanker.

    Selain itu, sifat antikanker bawang putih juga berasal dari kadar sulfida organik dan polisufidanya yang tinggi. Ekstrak bawang putih juga dapat mengeliminasi zat karsinogen penyebab kanker, meningkatkan enzim detoksifikasi dan memperkuat sistem kekebalan tubuh.

    2. Kunyit

    Obat tradisional kanker payudara selanjutnya yaitu kunyit. Kandungan senyawa kurkumin yang begitu tinggi di dalam tanaman herbal ini merupakan antioksidan yang diklaim efektif menghambat perkembangan sel kanker di area paru, payudara, kulit dan lambung.

    Selain itu, sebuah riset juga menyebutkan, senyawa kurkumin sanggup menghambat pertumbuhan sel kanker di semua stadium. Tanaman yang kerap dijadikan bahan minuman dan makanan ini juga dapat meningkatkan kadar antioksidan alami dalam tubuh.

    3. Teh hijau

    Senyawa polifenol di dalam teh hijau juga berperan sebagai zat antikanker. Sebuah riset menyebutkan tanaman ini efektif melawan tumor dan mutasi genetik.

    Menurut sebuah penelitian, para 472 pasien yang mengidap kanker payudara stadium I dan II yang mengonsumsi lebih dari 5 cangkir teh hijau per hari (rata-rata 8 gelas) menunjukkan tingkat kekambuhan kanker payudara yang lebih rendah sebesar 16,7 persen, daripada mereka yang mengonsumsi kurang dari 4 cangkir per hari.

    Namun pada pasien kanker payudara stadium III, teh hijau tidak menunjukkan penurunan kekambuhan karena pada stadium ini sudah banyak terjadi perubahan genetik dalam sel.

    4. Daun belalai gajah

    Daun belalai gajah mengandung senyawa antikanker alkaloid yang kerap digunakan dalam kemoterapi modern.

    Kemampuan tanaman ini dalam menangkal radikal bebas juga berasal dari kandungan berbagai antioksidannya yang tinggi seperti terpenoid, flavonoid, steroid, saponin, asam fenolik, dan tanin.

    5. Bajakah

    Sebuah riset dari laboratorium Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, mengklaim tanaman Bajakah mengandung 40 macam senyawa penyembuh kanker. Meski demikian, dibutuhkan riset lebih jauh untuk membuktikan kebenaran ini.

    Sejak dahulu, tanaman ini memang sudah digunakan masyarakat pedalaman Dayak untuk mengobati berbagai penyakit. Bajakah mudah ditemukan di hutan pedalaman Kalimantan.

    6. Pare

    Meski memiliki cita rasa yang pahit, pare menawarkan segudang khasiat bagi kesehatan tubuh, termasuk mencegah kanker payudara.

    Kandungan antioksidan seperti flenol dan flavonoid dalam tanaman ini berfungsi melawan radikal bebas, yang dapat melemahkan fungsi ginjal serta menimbulkan beberapa penyakit seperti diabetes dan kanker.

    Selain itu, pare juga mengandung vitamin C yang berlimpah dan dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Kandungan antioksidan flavonoid seperti α-karoten, β-karoten, lutein, dan zeaxanthin dalam pare juga dapat meningkatkan kualitas penglihatan mata, terutama di malam hari. Antioksidan ini juga berfungsi mengurangi efek penuaan.

    7. Brotowali

    Kandungan antioksidan melanoma dan flavonoid dalam daun brotowali berfungsi melawan radikal bebas penyebab kanker payudara. Kandungan ekstrak batang brotowali memiliki potensi terhadap antikanker.

    Meski memiliki begitu banyak manfaat kesehatan, sebaiknya Anda hanya memanfaatkan tanaman herbal tersebut untuk pengobatan pendamping, bukan pengobatan utama. Untuk mendapatkan pengobatan utama bagi gangguan kesehatan yang Anda alami, berkonsultasilah dengan dokter. Termasuk untuk penyakit kanker payudara.

    SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.