Pacaran Anak Zaman Now Mengkhawatirkan, Ini 8 Tips Buat Orang Tua

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi remaja pacaran. doorwaysarizona.com

    Ilustrasi remaja pacaran. doorwaysarizona.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Gaya pacaran anak jaman now sekarang seringkali mengkhawatirkan bagi para orang tua. Sebab itu, sangat penting berdiskusi secara terbuka tentang pacaran anak jaman sekarang kepada anak-anak Anda.

    Saat memasuki usia pubertas biasanya anak sudah mulai mengerti pacaran, terkadang orangtua dibuat bingung bukan kepalang. Banyak pertanyaan yang muncul di kepala; Apa yang harus dilakukan? Batasan apa yang harus diberikan? Terlebih lagi, remaja pintar dalam merahasiakan banyak hal yang sedang terjadi di dalam hidupnya, terutama tentang kisah kasih di sekolah atau cerita manis romansa lainnya.

    Berikut ini beberapa tips untuk orang tua agar bisa menangkis hal buruk tentang gaya pacaran anak zaman now

    1. Definisikan pacaran yang “sehat”
    Pastikan orangtua membantu anak-anak untuk mendefinisikan pacaran anak jaman now yang “sehat” dan tidak merugikan bagi mereka. Tegaskan pada anak Anda, hubungan yang sehat harus memiliki beberapa faktor seperti rasa hormat, rasa saling menghargai, kepercayaan satu sama lain, kejujuran, komunikasi, dukungan, dan saling mengerti satu sama lain

    Faktor-faktor ini harus diciptakan dan dihormati oleh mereka yang pacaran. Ajarkan juga pada anak, pasangan yang baik adalah mereka yang menerima anak Anda apa adanya, mendukung pilihan pribadi, tidak mengekang, hingga ikut senang saat anak-anak mencapai suatu kesuksesan.

    2. Tegaskan tentang masalah kekerasan dalam hubungan
    Salah satu hal yang sangat diwaspadai dari gaya pacaran anak jaman now adalah kekerasan. Entah itu dari pihak pria atau wanita, keduanya bisa saja melakukan kekerasan jika tidak ada yang disenangi dari sikap pasangannya.

    Ajarkan kepada anak bahwa terdapat banyak jenis kekerasan yang mereka bisa alami, saat berpacaran dengan orang yang tidak baik.

    - Kekerasan fisik: hal ini terjadi saat pasangan menyakiti anak Anda dengan fisik, seperti memukul, mencekik, hingga mendorong.

    - Kekerasan emosional: bisa berupa ejekan secara verbal, manipulasi, hingga intimidasi. Kekerasan emosional sangatlah berbahaya, karena bisa membuat sang anak merasa terisolasi.

    - Kekerasan seksual: kekerasan ini terjadi dalam bentuk pelecehan secara fisik, atau verbal berupa ejekan yang merendahkan secara seksual.

    - Kekerasan finansial: jika uang atau benda berharga bisa dijadikan sebagai alat untuk menguasai orang lain, maka ini dianggap sebagai kekerasan finansial.

    - Kekerasan digital: penggunaan teknologi saat ini sudah sangat luar biasa. Kekerasan digital pun kerap terjadi dalam bentuk ejekan atau pencemaran nama baik melalui media sosial.
    - Stalking: menguntit atau stalking juga masuk dalam bentuk kekerasan. Kegiatan seperti mengawasi seseorang, adalah bentuk kekerasan yang harus diwaspadai.

    Jika beberapa jenis kekerasan di atas ini terjadi pada anak Anda, segera bantu sang anak untuk menyudahi hubungan pacarannya. 

    3. Jelaskan perbedaan antara nafsu, obsesi, dan cinta
    Cinta bukanlah satu-satunya faktor yang ingin membuat seseorang menjadikan orang lain sebagai pacarnya. Beberapa faktor seperti nafsu dan obsesi, juga bisa membuat seseorang bertekad untuk memiliki orang lain. Ajari kepada anak tentang perbedaan ketiganya. Jika memang nafsu atau hanya obsesi yang membuat “tergila-gila” terhadap seseorang, maka hindarilah pacaran.

    4. Berdiskusi tentang seks
    Sebagai orangtua, Anda bisa menjadikan pembahasan tentang seks sebagai diskusi, bukan presentasi. Saat berbicara tentang pendidikan seks kepada anak, dengarkanlah pandangan anak mengenai seks. Kemudian, Anda sebagai orangtua bisa menyampaikan opini tentang topik ini. Meski seks adalah hal tabu di banyak negara, membahasnya dalam sudut pandang kepercayaan masing-masing juga dianjurkan.

    5. Tetapkan batasan
    Sebagai orangtua, sudah menjadi tugas Anda untuk memberikan batasan terhadap aktivitas anak-anak, terutama dalam hal sensitif seperti pacaran. Berikanlah aturan yang tegas, seperti tidak boleh pulang terlalu larut, menetapkan batasan mengenai teman yang boleh pergi dengannya, dan ketentuan lain yang mungkin Anda miliki. Berikan juga kesempatan bagi anak untuk berdiskusi mengenai aturan serta batasan yang telah Anda buat.

    6. Berikan dukungan
    Dukungan seperti mengantarkan anak bertemu dengan pacarnya, hingga menjadi “telinga” yang siap mendengar curhatan sang anak, merupakan bentuk dukungan yang dibutuhkan sang anak. Buatlah anak Anda percaya bahwa orangtuanya selalu siap untuk memberikan dukungan, kapan pun dan di mana pun.

    7. Jangan hentikan komunikasi dengan anak
    Komunikasi adalah hal yang sangat penting dan berpotensi menghindarkan hal-hal tak diinginkan dari gaya pacaran anak jaman now. Saat berkomunikasi dengan anak, tunjukanlah rasa hormat Anda, jangan seperti menggurui. Jika orangtua berkomunikasi dengan baik, maka anak-anak akan percaya pada Anda dan berusaha tidak mengecewakan ayah serta ibundanya. Selain itu, adanya komunikasi antara orangtua dan anak bisa meningkatkan rasa percaya dirinya. Itulah sebabnya, komunikasi adalah hal yang penting untuk menangkis hal-hal tak diinginkan.

    8. Mengenal orangtua pacar anak
    Salah satu cara untuk merasa tenang di saat anak sudah mulai berpacaran adalah mengenal orangtua dari pasangan anak Anda. Dengan begitu, Anda bisa berdiskusi juga dengan orangtua lain supaya hubungan pacaran menjadi “sehat” dan tidak menjurus ke hal-hal negatif.

    SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.