Pilihan Material Lantai Dapur yang Cocok untuk Rumah Anda dari Ubin sampai Kayu

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dapur dan ruang makan serba putih di JS House karya Studio Tonton // arsitag.com

    Dapur dan ruang makan serba putih di JS House karya Studio Tonton // arsitag.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Dapur salah satu tempat penting untuk Anda dan keluarga. Meskipun letaknya kerap kali tersembunyi, namun sudah pasti dapur akan selalu digunakan dan dikunjungi anggota keluarga. Sebagai salah satu ruangan yang sangat aktif, penting bagi Anda untuk menatanya dengan lebih aman dan nyaman. Elemen interior utama yang dapat berpengaruh kepada suasana dapur adalah pemilihan lantai dapur.

    Pastinya Anda lebih sering memasak di dapur dengan berdiri, berjalan kesana kemari, ataupun hingga duduk di lantai. Dalam kegiatan masak memasak tentu terdapat percikan minyak, remah-remah makanan, hingga genangan air. Bahkan, dapat terjadi kemungkinan terburuk adalah peralatan dapur yang berat seperti panci dapat terjatuh ke lantai. Hal inilah yang dikhawatirkan merusak lantai dapur atau membuatnya pecah.

    Sebab itu, pemilihan material lantai dapur perlu dipertimbangkan secara cermat sesuai kebutuhan. Lantai dapur harus tahan terhadap segala kemungkinan kerusakan. Pilihlah material lantai dapur yang fungsional hingga menarik secara estetika. Hal ini sangat penting dalam menghadirkan suasana dapur yang aman sekaligus nyaman. 

    Berikut ini beberapa pilihan material lantai dapur yang bisa Anda tentukan untuk rumah Anda.

    1. Ubin Keramik yang Klasik

    Lantai dapur klasik dengan ubin keramik di Inset House karya Delution Architect // arsitag.com  

    Lantai dapur jenis ubin keramik merupakan tipe klasik yang paling banyak digunakan, terutama warna putih. Untuk menghadirkan variasi warna, pilihlah motif ubin yang lebih beragam. Namun, sesuaikan dengan tampilan desain dapur Anda agar terlihat serasi dan sedap dipandang. Pada dasarnya, ubin punya ketahanan yang bagus terhadap panas dan air. Selain itu, ubin keramik pun mudah dibersihkan dan tahan terhadap bahan pembersih kimia.

    2. Lantai Dapur Kayu

    Lantai dapur dari material kayu di AK House karya Studio Air Putih // arsitag.com  

    Biasanya, lantai kayu banyak digunakan pada ruang keluarga atau kamar tidur. Namun, bukan berarti Anda dilarang menggunakan kayu untuk lantai dapur. Lantai kayu bahkan dapat diaplikasikan ke berbagai gaya desain untuk mempercantik dapur Anda. Lantai kayu sangat sempurna untuk gaya rustic. Selain itu, apabila diterapkan pada dapur bergaya industrial hasilnya akan terlihat kontras dan indah.

    Akan tetapi, perlu penanganan ekstra dan khusus untuk menjaga ketahanannya. Anda harus rajin-rajin memberi pelapis pada lantai kayu, supaya menghindari noda bekas air dan juga goresan. Perawatan secara teratur merupakan keharusan, jika Anda memutuskan menggunakan lantai kayu untuk dapur. Jangan lupa untuk menaruh bantalan pada bawah kaki meja dan kursi agar tidak menimbulkan goresan saat digeser-geser.

    3. Lantai Dapur Menggunakan Batu Alami

    Lantai dapur menggunakan batu alam di Tanjung Mas House karya inspiratio // arsitag.com

    Lantai berbahan batu alam dapat dibilang sebagai opsi yang sangat tepat untuk dapur Anda karena memiliki ketahanan baik. Tahan terhadap noda dan air merupakan kelebihan dari lantai ini sehingga sangat cocok untuk diaplikasikan pada dapur Anda. Pilihan lantai batu alami sangat beragam, dan dapat disesuaikan dengan selera dan desain interior dapur.

    Cobalah memilih lantai batu granit karena karakternya yang keras dan kuat. Sementara, yang paling populer adalah lantai batu marmer, tetapi membutuhkan perawatan khusus karena lebih sensitif ketimbang granit. Lantai marmer menuntut untuk segera dibersihkan, supaya noda atau percikan bekas makanan tidak membekas di lantai.

    4. Pilihan Lantai Linoleum

    Lantai dapur dengan material linoleum // bobvilla.com

    Lantai linoleum merupakan lantai yang dibuat dari campuran bahan gabus atau serbuk kayu, minyak biji rami, serta goni (serat dari tanaman). Kelebihan dari lantai linoleum adalah tidak membuat licin, anti statis, dan perawatan yang mudah. Linoleum tersedia dalam beragam pilihan warna menarik yang membebaskan Anda untuk menghadirkan sentuhan berbeda pada lantai dapur.

    Namun, lantai ini membutuhkan ahli untuk memasangnya karena diharuskan menggunakan perekat khusus. Linoleum juga meminimalkan kerusakan pada lantai dengan pelapis anti abrasi halus. Kelebihannya lagi, lantai linoleum mampu bertahan hingga puluhan tahun jika pada bagian bawah lantainya terpasang dengan baik dan benar.

    5. Papan Kayu Vinyl

    Lantai dapur dengan papan kayu vynil // houzz.com  

    Papan vinyl umumnya memiliki wujud yang hampir serupa dengan potongan lantai kayu asli. Karena fitur, ukuran, dan permukaannya dibuat benar-benar mirip, lantai jenis ini kerap dipilih banyak orang. Selain itu, materialnya mudah dibersihkan sehingga terhindar dari kotoran dan noda dari bahan-bahan masakan. Ditambah pula, Anda akan lebih hemat apabila memilih papan vinyl, karena harganya yang relatif terjangkau disertai kemudahan perawatannya. Anda cukup memberikan plitur pada permukaannya supaya lebih awet.

    6. Lantai Ubin Vinyl

    Lantai dapur ubin vinyl // homedepot.com   

    Sangat sulit untuk membedakan ubin keramik klasik dengan lantai ubin vinyl karena bentuknya yang sama-sama persegi. Namun, tampilan permukaan dari ubin vinyl lebih menyerupai marmer yang tentunya dapat mempercantik interior dapur Anda.

    7. Lantai Laminasi Kayu

    Lantai dapur berbahan laminasi kayu // overstock.com

    Lantai laminasi kayu merupakan pilihan alternatif selain penggunaan material kayu asli. Material jenis ini banyak disukai karena memiliki tekstur sambungan yang mirip dengan potongan-potongan kayu yang berbeda beserta serat-seratnya. Supaya tidak terlalu suram, pilihlah lantai laminasi yang punya warna cerah atau motif layaknya kayu asli.

    Sebenarnya, untuk membersihkan lantai laminasi tidak perlu benar-benar basah, cukup dilembapkan saja. Jika terlalu basah, lantai laminasi kayu berisiko menonjol ataupun memicu kerusakan permanen. Keretakan lantai riskan diakibatkan benda-benda yang berat apabila jatuh ke lantai. Untuk memperbaikinya harus susah payah. Jadi, perlu pertimbangan yang matang apabila Anda ingin menerapkan laminasi kayu sebagai lantai dapur.

    ARSITAG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.