Cathy Sharon Tak Menutup Hati Meski Pernah Trauma

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Artis Cathy Sharon berpose saat mengenalkan produk kecantikan miliknya saat peluncuran di Jakarta, 25 Februari 2020. Lira Lipmatte Stick yang baru diluncurkan Cathy itu terinspirasi dari Bima, Nusa Tenggara Barat yang melambangkan kesabaran, ketekunan wanita untuk selalu sadar dan percaya diri pada kecantikan yang dimiliki. TEMPO/Nurdiansah

    Artis Cathy Sharon berpose saat mengenalkan produk kecantikan miliknya saat peluncuran di Jakarta, 25 Februari 2020. Lira Lipmatte Stick yang baru diluncurkan Cathy itu terinspirasi dari Bima, Nusa Tenggara Barat yang melambangkan kesabaran, ketekunan wanita untuk selalu sadar dan percaya diri pada kecantikan yang dimiliki. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Cathy Sharon kini sibuk dengan bisnis kosmetik selama dua tahun terakhir. Dia juga menjalani peran sebagai ibu tunggal bagi kedua buah hatinya. Setelah resmi berpisah hampir 4 tahun membuat Cathy cukup selektif dalam memilih pendamping hidup.

    "Kalau trauma setiap wanita pasti ada trauma ya tetapi bagaimana dia bisa bangun lagi dari apa pernah dilakukan, di situ point-nya. Di dunia ini tak ada keluarga sempurna, keluarga berbagai macam ada yang kedua orangtuanya ada, ada yang hanya ibunya, hanya bapaknya, dan ada yang bapak ibunya tidak bersama lagi jadi kita harus membuka kebahagiaan kita," ucap Cathy Sharon saat ditemui di Jakarta, Selasa 25 Februari 2020.

    Ibu dari Jacob, 6 tahun dan Carla 4 tahun ini tampaknya tidak terlalu mementingkan pendamping hidup. Dia memilih untuk menjalani kehidupannya tanpa ada target khusus mengenai jodoh. Meski ia mengakui ada yang berusaha mendekati, namun ia fokus mengasuh kedua anaknya juga bisnis kosmetiknya.

    "Sebenarnya tidak ada kriteria khusus sih yang paling panting itu kan saling cocok satu sama lain. Dan saya juga juga tidak menutup diri sama orang lain, soal membuka hati itu pasti ya," imbuhnya.

    Situasi yang dialami oleh Cathy Sharon jika merujuk penelitian yang dipublikasikan dalam The Journal of Positive Psychology. Bahwa seseorang butuh 11 minggu untuk merasa lebih baik setelah hubungan berakhir. Tetapi sebuah studi terpisah menemukan bahwa membutuhkan waktu lebih dekat hingga 18 bulan untuk pulih dari akhir pernikahan.

    Tidak ada batasan waktu yang ditentukan untuk penyembuhan, namun beberapa faktor pengaruh antara lain lamanya hubungan, pengalaman dan ingatan bersama, apakah Anda memiliki anak, konflik dan kedalaman emosi semua berperan dalam proses penyembuhan.

    Tapi, sama seperti luka lainnya, patah hati sembuh dengan waktu, percaya diri, dan pandangan positif akan kehidupan ke depan yang lebih baik. Melansir laman Independent Rabu 26 November 2020, pakar hubungan Ammanda Major mengatakan ada empat langkah yang akan membantu Anda mengatasi rasa trauma.

    1. Luangkan waktu untuk kehilangan
    Bagi sebagian orang, kehilangan orang karena berpisah bisa terasa menyakitkan Dari melihat atau berbicara dengan orang yang Anda cintai setiap hari hingga tidak memiliki kontak, rasanya mustahil untuk membayangkan hidup Anda tanpa mereka. 
    Tetapi penting untuk menerima kenyataan baru ini dan menerimanya

    Daripada mencoba menekan perasaan-perasaan ini, membiarkan diri Anda merasakannya merupakan bagian integral dari proses penyembuhan. Dan sementara Anda merefleksikan hubungan dan emosi Anda yang berkaitan dengan perpisahan, Anda dapat belajar satu atau dua hal tentang diri Anda dan apa yang Anda inginkan dari hubungan di masa depan.

    2. Hubungkan kembali dengan diri Anda sendiri
    Dalam banyak hubungan, fokus utama adalah pada "kita", bukan "aku". Tetapi akhir hubungan menawarkan kesempatan unik - untuk mengetahui di mana Anda berada dalam hidup, dan kemudian melakukan sesuatu untuk diri Anda yang selama ini belum sempat dilakukan.

    Meskipun mungkin terdengar klise, akhir suatu hubungan menawarkan Anda kesempatan untuk passion dan hobi baru atau berhubungan kembali dengan teman-teman.  Luangkan waktu untuk melakukan hal-hal yang membuat Anda merasa baik, seperti melihat keluarga, menemukan bakat baru, atau pergi berlibur semua akan membantu meningkatkan suasana hati m

    3. Jangan takut untuk meminta bantuan
    Karena pasangan telah mengakhiri suatu hubungan tidak berarti Anda tidak pantas untuk dicintai. Daripada berfokus pada kesalahan, fokuslah pada apa yang dapat Anda lakukan untuk membuat diri Anda merasa lebih baik saat ini. Jika Anda berpikir bahwa memblokir mantan Anda di media sosial akan membantu Anda merasa kurang sedih, maka itu adalah hal yang tepat untuk dilakukan - karena membatasi paparan sering kali dapat membantu kita menjauhkan kita dari rasa sakit.

    Berbicara juga membantu - tetapi pastikan untuk membatasi dengan teman dan keluarga Anda tentang apa yang Anda rasa nyaman untuk didiskusikan. Meskipun Anda mungkin siap untuk berbicara tentang mantan Anda, Anda mungkin tidak merasa sepenuhnya nyaman mendengar mereka berbicara buruk tentang mantan Anda atau hubungan Anda. Namun, berbicara melalui emosi Anda bisa bermanfaat dan seringkali perspektif luar bisa membantu. Hal yang sama berlaku ketika dan jika Anda memutuskan untuk menyingkirkan pengingat hubungan Anda. 

    4. Waktu sebenarnya menyembuhkan semua
    Anda mungkin tidak menyadarinya saat ini, tetapi seiring berjalannya waktu, perasaan sakit hati dan konflik yang pernah terjadi dengan sendirinya akan berkurang. Karena jika memikirkan pikiran negatif atau menyakitkan terus menerus dapat merusak kita dan hubungan di masa depan, untuk itu kembali ke pola pikir positif sangat penting.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.