Viral Drama di Gerbong Khusus Wanita, Terbit Aturan Baru di KRL

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gerbong khusus wanita KRL Jakarta-Bogor. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Gerbong khusus wanita KRL Jakarta-Bogor. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Drama di dalam KRL kembali terjadi dan kisahnya jadi viral di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu 22 Februari 2020 malam hari di KRL KA 1204 pemberangkatan Stasiun Jakarta Kota menuju Stasiun Bogor. Dalam potongan video yang viral tersebut tampak seorang perempuan terlihat marah-marah dan melakukan aksi jambak pada seorang perempuan lain yang duduk di kursi prioritas.

    Peristiwa di atas tak hanya sekali terjadi, dihimpun dari berbagai sumber kasus keributan antar-penumpang juga pernah viral di tahun 2017. Saat itu
    seorang penumpang membagikan ceritanya di akun Facebook tentang pengusiran dirinya yang sedang duduk oleh seorang wanita.

    Penumpang tersebut duduk di kursi bukan prioritas, KRL CommuterLine jurusan Duri-Bogor dengan tujuan stasiun Duren Kalibata. Ia lalu ditegur seorang wanita dengan kalimat kasar, mengatakan dirinya tidak pantas duduk.

    Menanggapi problem yang sering terjadi di gerbong khusus wanita tersebut, VP Corporate Communications KCI Anne Purba mengatakan sejak peristiwa ini, PT KCI telah melakukan sejumlah tindak lanjut termasuk menghubungi korban. Hingga saat ini KCI telah mengumpulkan keterangan langsung dari petugas pengawalan kereta atau Walka dan sudah menghubungi korban.

    Dalam rangkaian KA 1024 tujuan Bogor, terdapat empat orang petugas yang mengawal perjalanan untuk menertibkan situasi di kereta dan menjaga keamanan para pengguna. Dari keterangan para petugas walka, pengguna yang melakukan tindakan di video itu naik dari Stasiun Jakarta Kota. Sehubungan kondisi kereta yang tidak padat, petugas dapat melakukan patroli di dalam rangkaian secara bergantian.

    Dalam perjalanan dari Stasiun Tanjung Barat ke Stasiun Lenteng Agung petugas mengingatkan mengenai barang bawaan pelaku, namun Ia menolak. Sejumlah pengguna lain ikut bereaksi dan mengingatkan.

    Kemudian, kereta berhenti di Stasiun Universitas Pancasila, sesuai standar operasi prosedur atau SOP yang ada, walka turun saat proses buka tutup pintu kereta di Stasiun untuk mengamankan naik turun pengguna. Saat itu, pelaku tiba-tiba menghampiri pengguna yang ada di depannya dan melakukan tindakan sebagaimana yang terlihat di video.

    Ketika pintu akan menutup, petugas walka kembali naik kereta kemudian berusaha melerai dengan sopan dan tetap berusaha melindungi korban. Peristiwa berlangsung selama lebih kurang satu menit.

    "Hingga saat ini, kami masih berusaha bertemu langsung dengan pengguna yang mengalami peristiwa ini untuk mendapatkan informasi lebih lengkap dari sudut pandangnya mengenai kejadian ini. Kami sedang menunggu kesediaannya untuk menerima KCI kembali," ucap Anne saat dihubungi Tempo.co, Senin 24 Februari 2020.

    Sebagai komitmen untuk memperbaiki layanan di masa yang akan datang, Anne mengatakan pihaknya  mulai Senin 24 Februari 2020 telah melakukan pembinaan kembali kepada para petugas frontliner. Selain itu dilakukan juga penyempurnaan SOP untuk menangani mereka yang membuat keributan di dalam KRL dengan sanksi tegas yaitu menurunkan di stasiun terdekat.

    "Untuk antisipasi kejadian serupa terulang kembali, petugas pelayanan KRL (PPK) mulai hari ini telah menyampaikan pengumuman dalam setiap perjalanan KRL bahwa pengguna yang memicu keributan akan diturunkan di stasiun terdekat," ungkap Anne.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.