Ivan Gunawan dan 3 Desainer Ini Meriahkan Penutupan Muffest 2020

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ivan Gunawan, Itang Yunasz, Hannie Hananto, dan Irna Mutiara menutup Muffest 2020 pada Ahad, 23 Februari 2020. (TEMPO/Eka Wahyu Pramita)

    Ivan Gunawan, Itang Yunasz, Hannie Hananto, dan Irna Mutiara menutup Muffest 2020 pada Ahad, 23 Februari 2020. (TEMPO/Eka Wahyu Pramita)

    TEMPO.CO, Jakarta – Perkembangan fashion muslim di Tanah Air mendorong terselenggaranya Muslim Fashion Festival atau Muffest yang tahun ini memasuki tahun kelima. Di hari terakhir pada Ahad, 23 Februari 2020, Muffest 2020 menampilkan fashion show kolaborasi empat desainer yakni Monica Jufry, Ria Miranda, Nunik Mawardi, dan Sofie dengan USB Gold dan Fashion Stylist Caren Delano bertajuk “#Beliinmasdonk".

    "Kali ini dengan tampilan baru aku ingin memperkenalkan kembali Ria Miranda Daily. Koleksi ini perdana tampil di fashion show, semoga tampilan baru ini dapat diterima teman-teman yang ingin tampil kasual namun tetap stylish,” ungkap Ria Miranda.

    “Melalui Muffest 2020 ini juga kami bisa saling mengingatkan untuk tetap berkarya dan berinovasi dengan menampilkan karya yang ramah lingkungan. Dan ke depannya, semoga selalu menjadi wadah inspiratif dan penggerak para pelaku industri fashion lokal untuk berani berinovasi hingga mampu bersaing di kancah internasional,” kata Ria yang ditemui sebelum show berlangsung.

    Desainer Sofie menghadirkan koleksinya di hari terakhir Muffest 2020, Ahad, 23 Februari 2020. (TEMPO/Eka Wahyu Pramita)

    Sementara itu sebagai wujud zero waste, Nuniek Mawardi menginterpretasikan dengan cara melipat kain segi empat menjadi 2 bagian dan menghasilkan bentukan segitiga yang menyerupai bentukan struktural fluid. Prinsip zero waste ini berhasil memberikan desain yang multifungsi dalam penggunaannya.

    "Hal ini menjadi konsep yang sesuai dengan tema Muffest. Kemegahan arsitektural art islamic louvre yang berbentuk permadani terbang dan berbahan dasar contemporary glass triangle serta keindahan Islamic pattern yang ada di dalam galeri Muslim menarik perhatian saya sebagai inspirasi bagi koleksi yang bertajuk Louvre," ucap Nuniek

    Sebagai penutup acara, desainer Itang Yunasz, Ivan Gunawan Previllage Modest, Hannie Hananto dan Irna Mutiara dengan bangga menghadirkan koleksi terbaru mereka yang bekerja sama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah dari NTB.

    Itang Yunasz sebagai perancang senior Indonesia yang telah berkarier sejak 1980-an berkolaborasi dengan PT Gistex Textile, menampilkan koleksi terbarunya dengan nuansa kemewahan yang dihadirkan dalam koleksi lini utamanya ITANGYUNASZ yang bertajuk "Opulence".

    Sebanyak 14 koleksi, terdiri dari 8 looks hadir didominasi warna hitam, dusty khaki dan orange, dengan menggunakan material pilihan yang semakin memberikan kesan mewah. Organza, beludru, dan shantung yang berkarateristik membangun volume dipadankan dengan kontrasnya material satin dof yang ‘jatuh’ tapi melayang.

    “Muffest tahun ini jauh sudah lebih baik. Dengan tema Fashionable People for Sustainable Planet. Tema ini harus terus dikuatkan di setiap pelaku fashion, dengan menggunakan bahan-bahan ramah lingkungan agar Indonesia suatu saat nanti benar-benar bisa menjadi Kiblat Fashion Muslim dunia," ungkap Itang Yunasz.

    Apresiasi terhadap tema Muffest tahun ini juga disampaikan Ivan Gunawan yang menampilkan koleksi Mandjha. Menurut Ivan di saat Bumi sudah mulai memanas, sekarang ini sedang dicanangkan produksi pakaian dengan bahan baku yang ramah lingkungan.

    "Bagi saya tema Fashionable People for Sustainable Planet ini sudah sangat bagus sekali dan merupakan satu langkah kongkrit kita sebagai manusia untuk ikut memperpanjang usia bumi. Jadi kita harus pintar-pintar menjaga bumi ini tidak hanya dengan sesuatu yang berkelanjutan, tetapi juga dimulai dengan keseharian kita. Muffest menjadi salah satu tempat saya berkarya,” pungkas Ivan Gunawan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.