Stop Jadi Vegetarian Lalu Makan Daging, Ini Perubahan yang Terjadi pada Tubuh

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi daging merah. Pixabay.com

    Ilustrasi daging merah. Pixabay.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Jika Anda sudah vegetarian sejak lama tetapi muncul keinginan untuk makan daging, Anda mungkin khawatir bahwa Anda akan menghadapi perubahan saat makan gigitan pertama. Misalnya kram, buang-buang air atau lainnya. Namun kenyataannya agak berbeda.

    Sementara tubuh pasti menyesuaikan diri dengan diet vegetarian dari waktu ke waktu, para ahli mengatakan bahwa makan daging setelah menjadi vegetarian tidak akan selalu menyebabkan banyak ketidaknyamanan - dan jika ya, itu hanya sementara.

    Perlu dicatat bahwa para ilmuwan tidak percaya bahwa manusia kehilangan kemampuan untuk mencerna daging dari waktu ke waktu hanya karena mereka berhenti memakannya. "Jika Anda tidak menghasilkan cukup asam lambung atau enzim pencernaan untuk memecah protein dalam daging, itu dapat menyebabkan kembung dan sembelit," ujar Stephanie Papadakis N.C., konsultan nutrisi dan pendiri Gut Of Integrity, kepada Bustle.

    Daging memiliki satu keunggulan dibandingkan sayuran. Daging akan melepaskan aliran energi yang stabil sepanjang hari. "Biji-bijian dan kacang-kacangan mengandung karbohidrat lebih tinggi dan dapat menyebabkan gula darah meningkat," kata Papadakis. "Anda akan melihat lebih sedikit lonjakan gula darah ketika memasukkan daging karena lebih rendah pada indeks glikemik."

    Efek jangka panjang dari makan daging tidak selalu muncul jika menjadi vegan selama 15 tahun. Sejumlah kecil daging tidak akan secara otomatis mengubah risiko Anda terkena penyakit, kata ahli gastroenterologi Dr. Will Bulsiewicz M.D., penulis Fiber Fueled. "Sebagian besar kekhawatiran yang ada terkait dengan konsumsi daging jangka panjang adalah, yah, jangka panjang. Kondisi seperti penyakit jantung membutuhkan waktu puluhan tahun untuk berkembang, dan sementara daging dapat menjadi faktor penyumbang, Anda tidak perlu merasakan perbedaan," katanya.

    Namun, satu area yang dapat berubah cukup cepat adalah microbiome usus Anda. Dr. Bulsiewicz mengatakan bahwa menurut sebuah penelitian tahun 2014 yang diterbitkan di Nature, komposisi usus kita dapat berubah dalam 24 jam setelah mengubah pola makan kita. "Konsumsi daging, tinggi lemak hewani, diketahui meningkatkan pertumbuhan mikroba yang mentolerir empedu, karena empedu dikeluarkan dari hati untuk membantu kita menyerap kadar lemak ekstra," katanya. Sekali makan berat daging dapat mendorong mikroorganisme toleran empedu, seperti Bilophila wadsworthia untuk tumbuh, yang mungkin tiak baik bagi usus.

    Makan daging setelah bertahun-tahun makan vegetarian juga dapat mempengaruhi beberapa aspek kesehatan Anda. Dr. Bulsiewicz menjelaskan ketika kita makan daging dan produk hewani lainnya, tubuh kita menghasilkan senyawa organik yang disebut TMAO, yang sangat terkait dengan penyakit jantung dan pembuluh darah. "TMAO diproduksi oleh mikroba usus kita ketika mereka terpapar karnitin dari daging merah atau kolin dari daging, kuning telur atau susu tinggi lemak."

    Menariknya, para ilmuwan dalam sebuah studi 2013 yang diterbitkan di Nature Medicine memberikan steak ribeye kepada seorang vegan jangka panjang dan menemukan bahwa mereka tidak menghasilkan TMAO sama sekali - tetapi orang-orang yang ominivor dalam penelitian yang makan steak, jumlah TMAO mereka meningkat sebesar 600  persen. Makan daging secara teratur setelah melakukan diet nabati dapat mengubah jumlah TMAO Anda dari waktu ke waktu.

    Dalam jangka panjang, Papadakis mengatakan, memasukkan kembali daging ke dalam makanan Anda dapat mengubah aspek kesehatan Anda yang lain, termasuk kulit dan tingkat energi Anda. Seng dikaitkan dengan penyembuhan jerawat, jadi jika diet nabati Anda kekurangan seng dan Anda mulai makan daging seng seperti daging sapi atau domba yang diberi makan rumput, Anda mungkin melihat perbaikan pada kulit Anda, katanya.

    Tingkat energi Anda juga dapat meningkat jika Anda belum mendapatkan cukup vitamin atau mineral - seperti B12, A, D, zat besi, dan omega-3 - di masa vegetarian Anda. "Mungkin saja Anda akan merasa benar-benar bersemangat setelah mulai makan daging lagi," katanya.

    Jika Anda benar-benar ingin mengubah kebiasaan makan daging, para ahli mengatakan lakukan secara moderat dan sadari bagaimana hal itu dapat mengubah kesehatan Anda. "Nutrisi yang tepat adalah tentang keseimbangan," kata Dr. Bulsiewicz; dia menyarankan untuk fokus pada makanan utuh dan makanan nabati, dan makan daging dengan hemat karena Anda menikmatinya. Papadakis merekomendasikan untuk tetap mengonsumsi satu ons daging atau kurang, dan mengambil beberapa enzim pencernaan untuk membantu perut Anda mengatasi perubahan sesaat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.