Cerita Dewi Sandra 8 Tahun Memaknai Hijab, Tak Ingin Mundur

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dewi Sandra. TEMPO/Eka Wahyu Pramita

    Dewi Sandra. TEMPO/Eka Wahyu Pramita

    TEMPO.CO, Jakarta - Dewi Sandra menjadi salah satu aktris dan penyanyi Indonesia yang memutuskan mengenakan hijab ketika kariernya sedang naik daun. Kemunculannya wajah barunya dengan hijab kala itu memang terkesan sangat tiba-tiba. Namun, sebelum sampai di titik proses hijrahnya saat ini Dewi mengakui proses yang ia lalui cukup panjang.

    Selama 8 tahun perempuan kelahiran 3 April 1980 ini terus melewati proses untuk menuju tahapan yang lebih baik dan tidak mau mundur. Ia memilih tetap maju dan berproses dari hari ke hari.

    "Aku melewati waktu 8 tahun belajar banget soal hijab, mulai dari hal-hal yang selamai ini terabaikan seperti kaos kaki dan celana ketat. Aku belajar sama ustadz hijab itu apa sih makanya dan pelajari rules memakainya bagaimana. Itu semua melalui proses belajar," ucapnya saat mejadi pembicara di talkshow "Stay in Faithsion" di Muffest, Jakarta Jumat 21 Februari 2020.

    Dewi Sandra bercerita perjalanannya 8 tahun berhijab saat mengisi talkshow bertema "Stay in Faithsion" di Muffest, Jumat 21 Februari 2020 (TEMPO/Eka Wahyu Pramita)

    Bagi istri Agus Rahman ini agama Islam menjadi satu-satunya agama dimana cara berpakaiannya menyatu sama banyak hal yang menjadi identitas muslimah. Dewi menjadi lebih mudah menjalani prosesnya karena hijab merepresentasikan identitas dan statement dia sebagai Muslimah.

    "Fashion menunjukkan siapa dirimu. Kebanyakan dari perempuan kan memilih fashion it's to much. Aku pikir pilih yang pasti terpakai saja karena apapun yang dimiliki harus dipertanggungjawabkan," lanjut perempuan belasteran Indonesia dan Inggris ini.

    Waktu awal berhijab, Dewi Sandra sempat mengenakan hijab yang diikat, belakangan ini ia sering memakai hijab yang menutup bagian depan. Sampai saat ini pun, lanjut ia masih tetap berusaha terus memperbaiki penampilannya.

    "Akan ada level yang membuat kita menjadi lebih baik jika kita tidak hanya fokus sama atribut aja, tapi setelah kita terus belajar perlahan kita akan bisa memaknai. Sebab sampai sekarang aku pun masih belajar" ungkap Dewi Sandra.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.