Gaya Fery Farhati Pakai Batik Jakarta di Pembukaan Muffest 2020

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fery Farhati, istri Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, menghadiri pembukaan Muffest 2020 di Jakarta, Kamis, 20 Februari 2020. TEMPO/Eka Wahyu Pramita

    Fery Farhati, istri Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, menghadiri pembukaan Muffest 2020 di Jakarta, Kamis, 20 Februari 2020. TEMPO/Eka Wahyu Pramita

    TEMPO.CO, JakartaFery Farhati, istri Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, konsisten mengenakan batik khas Ibu Kota dalam setiap acara. Ia memiliki banyak pilihan motif, warna, dan model batik buatan para perajin.

    Saat menghadiri pembukaan Muffest 2020 di Jakarta, Kamis, 20 Februari, dia memilih setelan batik outer dan rok panjang. Batik berbahan sutera yang dikenakan Fery berwarna cokelat atau earth tone dengan padanan hijab warna cokelat.

    "Kebetulan kalau acara-acara biasanya saya pakai warna-warna aman, tergantung acaranya seperti apa, yang pasti saya sering pakai baju karya para pengrajin di Jakarta sebagai dukungan untuk mereka," ucap Fery.

    Menurut Fery, di masa sekarang pilihan batik DKI Jakarta lebih beragam, mulai dari gaya klasik hingga anak muda. "Kita punya beberapa motif seperti batik gobang, batik Marunda, rawa bebek, dan masih banyak lagi di Jakarta," ucapnya.

    Motif dan warnanya menurut Fery lebih ke netral dan cerah, seperti yang ia kenakan di acara itu.

    Fery mengakui proses produksi pakaian banyak menghasilkan limbah, mulai dari pewarnaan hingga pemakaian. Itu sebabnya dia menekankan pentingnya sustainable fashion.

    "Ketika digunakan dan dicuci sudah ada limbahnya. Setelah itu juga masih ada limbah. Tapi sekarang sudah banyak anak muda yang aktif, seperti Sadari Sadari yang memakai bahan daur ulang, jadi kita tidak harus selalu pakai baju baru," ucapnya.

    Fery menyarankan dalam sehari-hari, kalau baju belum terlalu kotor, jangan dicuci dulu. "Diangin-angin dan seterika saja. Jadi bisa mengurangi sedikit demi sedikit limbahnya," ucapnya.

    Dan kalau bisa gunakan pewarnaan alam dan setelahnya bisa kita daur ulang pakaian dengan cara dijual atau preloved. "Karena kan biasanya kita sudah bosan dengan baju padahal masih bagus dan bisa digunakan lagi," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.