Hoax Bawang Putih Cegah Virus Corona, Ini Khasiat yang Sebenarnya

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bawang putih. shutterstock.com

    Ilustrasi bawang putih. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Bawang putih sempat disebut-sebut sebagai penangkal virus corona yang tengah mewabah di Cina dan beberapa negara lain. Namun, kabar tersebut telah dibantah oleh WHO. Di situsnya, mereka menuliskan bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan makan bawang putih dapat melindungi orang dari wabah virus Corona baru. 

    Meski bukan penangkal virus corona, bumbu dapur satu ini diketahui memiliki banyak manfaat untuk menjaga kesehatan tubuh, apalagi jika dikunyah mentah-mentah. Bawang putih juga mengandung senyawa sulfur aktif, seperti diallyl disulfide dan s-allyl cysteine. Saat bawang putih mentah dikunyah dalam mulut, maka zat-zat tersebut akan bereaksi membentuk allicin. 

    Berikut adalah berbagai manfaat bawang putih mentah bagi kesehatan yang sebaiknya tidak Anda abaikan. 

    1. Menangkal pilek, radang, dan batuk

    Bawang putih adalah salah satu obat alami yang berguna untuk memperkuat daya tahan tubuh. Hal ini berkat senyawa aktif allicin yang terdapat pada bawang putih. Senyawa tersebut terbukti ampuh membunuh berbagai bakteri penyebab penyakit, seperti pilek, flu, batuk, dan radang tenggorokan. 

    Sebuah penelitian membuktikan bahwa kelompok orang yang mengonsumsi suplemen bawang putih memiliki potensi terkena pilek lebih rendah daripada kelompok yang hanya mengonsumsi obat plasebo. 

    Sementara, hasil penelitian lainnya menunjukkan bahwa mengonsumsi ekstrak bawang putih dapat mengurangi risiko terkena pilek dan flu. 

    2. Mengobati jerawat membandel

    Jika cara menghilangkan jerawat yang Anda lakukan tidak kunjung berhasil, maka tak ada salahnya mencoba manfaat bawang putih mentah satu ini. Ya, bawang putih mentah dapat membantu mengobati jerawat yang membandel. 

    Sebuah hasil studi yang dipublikasikan dalam jurnal Angewandte Chemie mengemukakan bahwa allicin yang terkandung dalam bawang putih memiliki sifat antibakteri yang dapat membantu membunuh bakteri penyebab jerawat. 

    Selain itu, kandungan asam sulfenat yang terbentuk dari dekomposisi allicin dapat membantu meringankan bekas jerawat, penyakit kulit, dan sejumlah alergi. 

    3. Mengatasi rambut rontok

    Manfaat bawang putih mentah yang tak disangka-sangka adalah mengatasi rambut rontok. Bawang putih mentah dapat memperkuat dan mendorong pertumbuhan rambut di kulit kepala bagi penderita alopecia atau kebotakan. Hal ini berkat zat sulfur yang mengandung keratin tinggi di dalamnya. 

    4. Menurunkan kolesterol 

    Salah satu manfaat bawang putih mentah adalah mencegah kadar kolesterol tinggi. Sebuah penelitian terdahulu yang dipublikasikan dalam Journal of Postgraduate Medicine menunjukkan bahwa makan sekitar 10 gram atau sekitar 1-2 bawang putih mentah setiap hari selama dua bulan berturut-turut berhasil menurunkan kolesterol cukup drastis. 

    Hasil studi lainnya yang dimuat dalam Pakistan Journal of Pharmaceutical Medicine menemukan bahwa konsumsi bawang putih dapat meningkatkan jumlah kolesterol HDL (kolesterol baik) dan menurunkan kolesterol total. 

    5. Mengendalikan tekanan darah

    Selain kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi dapat menjadi pemicu lain dari berbagai penyakit kardiovaskular. Nah, Anda bisa mengandalkan bawang putih untuk mengendalikan tekanan darah tinggi. 

    Potensi manfaat bawang putih mentah untuk menurunkan tekanan darah sudah lama dikenal sebanding dengan obat hipertensi generik. 

    Sebuah hasil studi dari Pakistan Journal Pharmacuetical Sciences melaporkan bahwa efek penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik setelah makan bawang putih mentah hampir sama dengan obat hipertensi atenolol. 

    Selain itu, bawang putih mengandung polisufida yang bekerja dengan memperlebar pembuluh darah sehingga dapat menurunkan tekanan darah. 

    6. Menjaga kesehatan jantung

    Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, bawang putih dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL). Manfaat bawang putih mentah untuk melindungi jantung adalah dengan mencegah terbentuknya enzim pada organ hati yang menjadi penyebab meningkatnya kadar kolesterol dalam tubuh.

    7. Menawarkan efek antiradang

    Manfaat bawang putih mentah lainnya adalah menawarkan efek antiradang yang kuat dibandingkan jenis bawang putih yang telah dipanaskan. Tentu hal ini tak terlepas dari senyawa allicin yang terdapat pada bawang putih mentah.

    8. Meningkatkan kesehatan tulang

    Manfaat bawang putih mentah juga dipercaya dapat meningkatkan kesehatan tulang. Sebuah penelitian yang dilakukan pada hewan coba menunjukkan bahwa bawang putih dapat meminimalkan pengeroposan tulang dengan meningkatkan kadar estrogen pada wanita. 

    Studi lain pada wanita menopause melaporkan bahwa makan bawang putih mentah secara rutin dapat menurunkan tanda defisiensi estrogen, yang umumnya dapat menyebabkan gangguan tulang. Hal tersebut yang membuat bawang putih juga dipercaya dapat memberikan efek yang baik bagi penderita osteoarthritis. 

    9. Mencegah alzheimer dan demensia

    Penyakit Alzheimer dan demensia dapat dipicu oleh stres oksidatif yang terjadi akibat radikal bebas. Nah, bawang putih memiliki kandungan antioksidan yang dapat mengatasi masalah tersebut. 

    Selain itu, manfaat makan bawang putih untuk menurunkan tekanan darah dan kolesterol juga memiliki peran dalam mengurangi risiko terjadinya penyakit, seperti Alzheimer dan demensia. 

    10. Menurunkan risiko penyakit kanker

    Beberapa hasil penelitian menunjukkan keterkaitan antara konsumsi bawang putih secara rutin dengan penurunan risiko beberapa jenis kanker, seperti kanker lambung dan kanker usus besar. 

    Meski dapat menurunkan risiko penyakit kanker, National Cancer Institute merekomendasikan agar Anda bisa mengonsumsi bawang putih utuh daripada menggunakan suplemen diet bawang putih. 

    SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.