Wabah Virus Corona Pengaruhi Bisnis Fashion Victoria Beckham

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan pesepakbola David Beckham dan desainer Victoria Beckham. (Instagram@victoriabeckham)

    Mantan pesepakbola David Beckham dan desainer Victoria Beckham. (Instagram@victoriabeckham)

    TEMPO.CO, Jakarta - Virus corona yang berawal di Cina mempengaruhi berbagai industri, termasuk fashion. Damapknya dirasakan oleh desainer Inggris Victoria Beckham. Dia mengungkapkan bahwa bahwa bisnis fashionnya terhambat karena masyarakat Beijing di karantina untuk mencegah penyebaran penyakit. Padahal Cina adalah salah satu pasar terbesar industri ini. 

    Anggota Spice Girl ini mempersembahkan koleksi Musim Gugur/Musim Dingin 2020 di London Fashion Week dan dihadiri oleh suaminya, David Beckham serta anak-anaknya, Romeo, Cruz, dan Harper pada Ahad, 16 Februari 2020.

    Peragaan koleksinya di runway memang berjalan mulus. Namun Victoria Beckham mengakui bahwa di balik itu semua, virus corona memicu kekhawatiran baginya sebagai seorang ibu dan pengusaha.

    "Saya merasa semua orang khawatir dengan itu (virus corona). Saya pikir hal itu juga telah mempengaruhi bisnis,” kata Victoria kepada CNBC.

    Hingga Kamis, 20 Februari 2020, korban meninggal akibat virus corona telah mencapai 2.120 orang. Adapun jumlah kasusnya sebanyak 76.262 yang sebagianebsar terjadi di Provinsi Hubei, Cina.

     

    Penduduk yang kembali ke ibukota Beijing, diperintahkan untuk tetap di karantina selama 14 hari. Jadi, penggemar mode dari wilayah tersebut tidak dapat melakukan perjalanan dari Cina untuk menghadiri pekan mode yang sedang berlangsung di New York dan London, serta pertunjukan mendatang di Paris dan Milan.

    Tentu hal ini memiliki dampak besar pada ekonomi global, tak terkecuali dengan industri fashion. “Anda tahu, Cina jelas merupakan pasar besar bagi kami dan saya pikir itu sama bagi semua orang. Saya rasa ini mengerikan,” ungkap Victoria Beckham.

    Fashion bukan satu-satunya industri yang dirugikan tanpa pasar Cina. The Sunday Times melaporkan bahwa rencana penayangan film James Bond terbaru No Time To Die telah dibatalkan, setelah 70.000 layar bioskop di negara tersebut terpaksa ditutup. 

    ALFI SALIMA PUTERI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.