GERD Kronis Picu Komplikasi Pernapasan hingga Kanker Kerongkongan

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita memegang perut. Pixabay.com/Natasya Gepp

    Ilustrasi wanita memegang perut. Pixabay.com/Natasya Gepp

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyakit gastroesophageal reflux atau GERD merupakan kondisi naiknya asam lambung ke kerongkongan secara abnormal. Gejala yang paling umum heartburn atau nyeri dada seperti terasa terbakar. Ketidaknyamanan ini sering terjadi setelah makan tetapi bisa terjadi kapan saja di siang hari, bahkan tengah malam saat Anda tidur.

    GERD sering dianggap sepele karena kebayakan orang tidak mengalami komplikasi serius dalam waktu singkat. Padahal, menurut asisten profesor di University of North Carolina School of Medicine Ryan D. Madanick, GERD kronis yang tidak diobati bisa menyebabkan kerusakan kerongkongan, mulai dari peradangan, bisul, perdarahan, hingga kanker kerongkongan. 

    Berikut beberapa kondisi serius yang disebabkan oleh GERD, dilansir dari Healthy Women.

    1. Erosive esophagitis

    Iritasi dan peradangan asam dapat melukai kerongkongan dan menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai esophagitis erosif. Sebagian orang yang terkena gangguan ini mengalami pendarahan yang terlihat dari warna tinja atau muntah yang berwarna gelap. 

    2. Ulkus kerongkongan

    Kondisi ini terjadi ketika ada luka seperti kawah di lapisan kerongkongan. Luka ini dapat berdarah dan kadang-kadang dapat menyebabkan anemia.

    3. Penyempitan kerongkongan

    Ketika sering ada luka maka akan muncul jaringan parut di kerongkongan. Ini akan menyebabkan penyempitan kerongkongan. Akibatnya, orang yang mengalaminya akan kesulitan menelan.

    4. Barrett's esophagus

    Ini adalah suatu kondisi di mana lapisan esofagus yang normal digantikan oleh sel-sel abnormal. Sekitar 10 hingga 15 persen dari mereka yang menderita GERD mengalami kerongkongan Barrett. Ini paling sering ditemukan pada pria Kaukasia di atas usia 50 tahun. Pasien dengan Barrett's juga memiliki sedikit peningkatan risiko kanker kerongkongan, sehingga mereka harus melakukan endoskopi setiap beberapa tahun untuk memeriksa tanda-tanda kanker.

    5. Reflux laryngitis atau peradangan kotak suara

    Peradangan kotak suara dapat terjadi ketika asam lambung mengalir ke dalam trakea dan mengiritasi pita suara. Ini dapat menyebabkan sakit tenggorokan, pembersihan tenggorokan kronis atau suara serak. Hubungan antara refluks dan laringitis tidak sepenuhnya jelas, sehingga penyebab laringitis lainnya seperti alergi, merokok, atau oabat tetes hidung.  

    6. Komplikasi pernapasan

    Komplikasi ini terjadi ketika isi lambung mencuci kembali kerongkongan dan tumpah ke trakea dan turun ke paru-paru, atau ketika isi lambung sampai ke kerongkongan menyebabkan refleks bronkus (saluran udara kecil di paru-paru) yang mungkin menyebabkan mengi, batuk, memburuknya asma atau infeksi seperti pneumonia.

    7. Erosi gigi

    GERD yang parah dapat menyebabkan peningkatan risiko kerusakan gigi karena asam lambung mengikis enamel gigi.

    8. Kanker kerongkongan

    Orang dengan GERD yang parah dan lama memiliki risiko kanker kerongkongan lebih tinggi, meskipun mereka tidak mengalami Barrett's esophagus. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.