Sering Lelah dan Sakit Kepala Parah Tanda Hipertensi, Kenali Ciri Lainnya

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi hipertensi (Pixabay.com)

    Ilustrasi hipertensi (Pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Ciri-ciri tekanan darah tinggi atau hipertensi jarang terlihat, bahkan ketika dalam fase yang sangat berbahaya. Hal ini membuat sepertiga penderita tekanan darah tinggi (hipertensi) di dunia masih belum menyadari bahwa tubuh mereka sedang digerogoti penyakit tersebut. Anda sebaiknya mewaspadai ciri-ciri darah tinggi.

    Menurut JNC-7, tekanan darah yang normal adalah 120/80 mmHg. Tekanan darah dikategorikan pre-hipertensi kalau sudah mencapai sistolik 120-139 dan diastolik 80-89 mmHg. Jika tekanan darah sudah mencapai sistolik 140-159 mmHg dan diastolik 90-99 mmHg, hal ini sudah masuk dalam kategori hipertensi derajat 1. Jika sistolik di atas 160 mmHg dan diastolik di atas 100 mmHg, maka termasuk dalam hipertensi derajat 2 bisa terjadi.

    Sebagai antisipasi, berikut ini ciri-ciri darah tinggi yang harus dikenali

    1. Merasa sering lelah dan lemah
    Saat tekanan darah tinggi terjadi, jantung pun bekerja lebih ekstra dan membesar. Ketika jantung membesar, organ vital ini akan meminta lebih banyak oksigen. Tetapi, jantung akan kesulitan dalam mempertahankan aliran darah yang tepat. Hasilnya, penderita tekanan darah tinggi akan merasa lelah dan dan tidak bisa melakukan aktivitas fisik.

    2. Nyeri dada
    Penyempitan pembuluh darah bisa menyumbat pembuluh darah ke jantung. Akibatnya, aliran darah ke otot jantung terganggu dan menyebabkan otot kekurangan oksigen dan nutrisi. Hal ini bisa memicu nyeri dada bahkan serangan jantung.

    3. Sakit kepala parah
    Ciri-ciri darah tinggi yang pertama adalah sakit kepala parah. Mungkin Anda bertanya-tanya, mengapa tekanan darah tinggi bisa menyebabkan sakit kepala parah? Sebab, ciri-ciri darah tinggi ini terjadi karena otak merasakan tekanan dan dapat menyebabkan darah bocor dari otak. Kemudian, edema atau pembengkakan otak pun dapat terjadi. Pembengkakan ini menambah tekanan pada otak, sehingga sakit kepala parah pun terasa oleh penderita tekanan darah tinggi.

    4. Masalah penglihatan
    Ciri-ciri hipertensi selanjutnya adalah masalah penglihatan. Tekanan darah tinggi bisa menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah di bagian belakang mata yang dikenal sebagai retina (tempat gambar difokuskan). Kondisi ini dikenal sebagai retinopati hipertensi dan bisa semakin parah jika tekanan darah tinggi yang menyebabkannya tak diobati.

    5. Kesulitan bernapas
    Penderita tekanan darah tinggi juga bisa kesulitan bernapas, karena arteri yang membawa darah dari jantung ke paru-paru menyempit, sehingga darah sulit mengalir melalui pembuluh darah. Kondisi ini disebut sebagai hipertensi paru.

    6. Detak jantung tidak normal
    Detak jantung tidak teratur adalah salah satu ciri-ciri tekanan darah tinggi selanjutnya. Lebih spesifiknya lagi, aritmia yang dimaksud adalah fibrilasi atrium. Jangan anggap remeh kondisi ini. Sebab, komplikasi seperti stroke, gagal jantung, hingga pembekuan darah bisa terjadi.

    7. Masalah penglihatan
    Ciri-ciri darah tinggi selanjutnya adalah masalah penglihatan. Tekanan darah tinggi bisa menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah di bagian belakang mata yang dikenal sebagai retina (tempat gambar difokuskan). Kondisi ini dikenal sebagai retinopati hipertensi dan bisa semakin parah jika tekanan darah tinggi yang menyebabkannya tak diobati.

    8. Darah dalam urine
    Darah dalam urine atau hematuria seringkali ditemukan pada ginjal yang besar dan penderita hipertensi. Hal ini disebabkan oleh pecahnya kista atau pembuluh darah kecil di sekitaran kista.

    Cara mencegah tekanan darah tinggi

    Dengan mencegah tekanan darah tinggi sebelum terlambat adalah hal berharga yang bisa Anda lakukan. Beberapa hal di bawah ini adalah cara mencegah tekanan darah tinggi yang bisa Anda lakukan:

    - Menjaga berat badan tetap ideal: Orang dengan berat badan berlebih disarankan untuk segera berolahraga dan menjalani pola makan sehat untuk menurunkan berat badannya. Jika Anda tidak tahu berat badan ideal yang harus dicapai, berkonsultasilah dengan dokter.

    - Mengonsumsi makanan sehat: Mengonsumsi makanan sehat bisa menjadi cara mencegah tekanan darah tinggi yang efektif. Anda sebaiknya menyantap buah dan sayuran sebagai makanan sehari-hari, terutama yang mengandung kalium (potassium) tinggi.

    - Mengurangi asupan garam: Kurangilah porsi garam dan makanan yang diproses yang mengandung garam yang tinggi. Mulailah menjalani pola makan dengan garam secukupnya, agar terhindar dari tekanan darah tinggi.

    - Berolahraga secara teratur: Beraktivitas fisik seperti olahraga adalah salah satu cara mencegah tekanan darah tinggi, yang bisa dilakukan dengan banyak pilihan gerakan. Berolahraga ringan selama 30 menit sebanyak 3 kali dalam seminggu bisa menjadi awal yang baik.

    - Memeriksa tekanan darah: Tanpa melakukan tes pemeriksaan tekanan darah, Anda tidak akan pernah menyadari kondisi tekanan darah tinggi

    SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.