Tahu Dampak Buruknya, Nikita Willy Tak Tertarik Pakai Narkoba

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nikita Willy saat ditemui di peluncuran lini perhiasan Nikita Willy Gold di Jakarta, Rabu, 12 Februari 2020. (TEMPO/Wahyu Pramita)

    Nikita Willy saat ditemui di peluncuran lini perhiasan Nikita Willy Gold di Jakarta, Rabu, 12 Februari 2020. (TEMPO/Wahyu Pramita)

    TEMPO.CO, Jakarta - Di saat banyak publik figur dan selebriti yang sedang terjerat kasus narkoba, aktris Nikita Willy didapuk menjadi Duta Anti-Narkoba. Dia dipercaya menjadi duta anti-narkoba Indonesia dan ditugaskan untuk melakukan kampanye ke kampus-kampus. 

    Meski bergaul dengan banyak selebriti, Nikita Willy tak tertarik pada narkoba. Ia justru menyayangkan kasus Narkoba yang menimpa banyak anak muda termasuk selebriti. Ia merasa momen ini saatnya memberi pengaruh baik pada mereka.

    "Karena kita semua kan tahu pengaruh narkoba buat anak muda seperti apa, aku pengin memberi insight sama mereka bahwa kita punya banyak kegiatan positif yang bisa menjauhkan dari pengaruh narkoba," ucap Nikita saat ditemui di acara peluncuran Nikita Willy Gold, Rabu, 12 Februari 2020.

    Nikita kerap menunjukkan bahwa anak anak muda bisa melakukan banyak hal positif daripada memilih narkoba. Salah satu kegiatan Nikita adalah suka berolahraga.

    Selain itu, pengaruh keluarga juga sangat kuat membentengi dirinya dari pengaruh narkoba. "Awal dari keluarga aku ya. Alhamdulillah, aku lahir di keluarga yang open minded. Aku merasa sudah terbentengi oleh mereka, selain tentunya juga agama," kata dia. 

    Nikita terpilih menjadi Duta Anti-Narkoba oleh Mabes Polri pada akhir Januari lalu. Sebelumnya, Wakapolri Komjen Gatot Eddy Purnomo dan Nikita berdiskusi tentang gaya hidup dan bahaya narkoba di kehidupan anak muda, terutama selebriti.

    Tak hanya rasa bangga, perempuan kelahiran 29 Juni 1994 ini juga merasa tertantang menerima tanggung jawab yang menurutnya besar.

    Menurut Nikita, dia sempat deg-degan saat pertama kali dipanggil Wakapolri. Dia baru saja pulang dari liburan di Afrika, ketika itu. 

    "Jujur deg-deg an banget. What's wrong? Ngobrol-ngobrol ternyata kepolisian sekarang lagi butuh brand ambassador bisa dibilang bukan cuma untuk duta anti-narkoba saja. Tapi bagaimana representasi polisi di mata anak muda karena mereka melihat kegiatan aku positif," ucap Nikita.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.