Mitos Pasien Kanker Tak Boleh Cukup Makan, Ini Faktanya

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penderita kanker. shutterstock.com

    Ilustrasi penderita kanker. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Beberapa orang salah kaprah soal fakta atau mitos tentang pola makan bagi pasien kanker. Meski berbagai penelitian di dunia medis pun telah membantu untuk lebih mengenal penyebabnya,  masyarakat tetap saja sering masih lebih percaya mitos.

    Ahli gizi Fiastuti Witjaksono, menjelaskan masih banyak mitos yang beredar mengenai pola makan pasien kanker. Beberapa mitos tersebut misalnya tidak boleh makan cukup karena akan memberi makan pada sel kankernya, tidak boleh konsumsi ikan laut, air tawar, daging merah, ayam broiler, telur, susu, dan produk turunan susu, hanya mengonsumsi sayur dan buah. Sebaiknya mengonsumsi makanan khusus seperti kulit manggis, daun sirsak, kencur putih, buah merah, sarang semut untuk melawan kankernya.

    Faktanya menurut Fiastuti pasien kanker memiliki kebutuhan nutrisi khusus yang merupakan bagian penting dalam menjalani pengobatan dan terapi.
    Nutrisi yang tepat, sebelum, selama dan setelah terapi dapat membantu pasien merasa lebih nyaman dan dapat menjalani terapi dengan normal.

    "Pola makan pasien kanker dengan orang sehat berbeda ya, kalau pada orang sehat kan lebih ke tindakan preventif. Sementara kebutuhan orang yang mengidap kanker berbeda, mereka butuh lebih banyak nutrisi sebab kondisi pengobatan berpengaruh pada pola makan," ucap Fiastuti usia ditemui di acara Pola Makan Pasien kanker, Fakta atau Mitos di Jakarta, Sabtu 8 Januari 2020.

    Fiastuti mencontohkan saat mengonsumsi daging merah yang mengandung zat karsigonik yang bisa memicu kanker, jika untuk mencegah maka konsumsi daging merah dikurangi. "Namun logikanya bukan berarti pengidap kanker dibolehkan juga daging merah, sebab terpenting ialah nutrisinya tercukupi dulu," ucapnya.

    Umumnya pasien kanker jika sedang menjalani terapi atau pengobatan kurang memiliki nafsu makan. Tak jarang rasa pahit atau mual yang membuat kebutuhan gizi mereka jadi tidak terpenuhi. "Sesuaikan dengan kebutuhan pasien, beri makan yang mereka suka, sebab asupan makanan yang dikonsumsi pasien bisa diolah menjadi energi yang diperlukan oleh sistem kekebalan tubuh agar menjaga tubuh dari infeksi," ujar Fiastuti.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka Boleh Tetap Bekerja Saat DKI Jakarta Berstatus PSBB

    PSBB di Jakarta dilaksanakan selama empatbelas hari dan dapat diperpanjang. Meski demikian, ada juga beberapa bidang yang mendapat pengecualian.