Kopi Bisa Bikin Langsing Tapi Ganggu Pencernaan, Ini Dampak Lainnya

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi perempuan dan temannya mengobrol sembari minum kopi. (Purewow/Twenty20)

    ilustrasi perempuan dan temannya mengobrol sembari minum kopi. (Purewow/Twenty20)


    Meski memiliki beragam manfaat untuk kesehatan, tapi bagai dua mata uang. Kopi juga mempunyai dampak negatif bagi kesehatan tubuh jika dikonsumsi secara berlebihan. Berikut ini dampak negatifnya

    1. Kecemasan
    Selain memblokir adenosin yang dapat membuat tubuh kita terbangun, kafein dalam kopi juga melepaskan hormon adrenalin yang dapat meningkatkan energi dalam tubuh. Jika kopi dikonsumsi secara berlebihan, kedua efek tersebut dapat berkembang menimbulkan rasa cemas dan gugup.

    Menurut sebuah penelitian dari Cambridge University, konsumsi kopi yang mengandung 1000 mg kafein per harinya dapat menyebabkan rasa gelisah dan gugup. Penelitian lainnya menyatakan bahwa konsumsi kafein berlebihan dapat meningkatkan stress menjadi dua kali lipat lebih parah. 

    2. Susah tidur/insomnia
    Kopi memang obat ngantuk yang ampuh, tetapi bila dikonsumsi secara berlebihan efeknya akan berbalik menjadi susah tidur hingga insomnia. Waktu tidur Anda akan terganggu dan tubuh yang kekurangan istirahat sehingga tidak akan berfungsi dengan baik.

    3. Masalah pencernaan
    Kafein pada kopi sering dikaitkan dengan efek pencahar, di mana kafein memiliki kemampuan untuk merangsang peningkatan gerak peristaltik usus. Akibatnya, terjadi kontraksi pada saluran pencernaan yang mengarah pada buang air besar.

    Selain itu, kopi juga berperan dalam pelepasan gastrin, suatu hormon yang diproduksi perut dengan fungsi untuk mempercepat lajunya aktivitas di usus. Konsumsi kopi berlebihan dapat mengarah pada diare dan gangguan asam lambung GERD.

    4. Kecanduan
    Kafein memiliki sifat adiktif alias dapat membuat kita kecanduan. Meskipun jenis candunya berbeda dengan obat-obatan, namun kopi dapat menyebabkan ketergantungan secara psikologis. Dalam sebuah penelitian, diungkapkan bahwa ketika orang-orang yang biasa mengonsumsi kopi dengan jumlah yang banyak berhenti minum kopi, dalam 16 jam mereka mengalami efek sakau, seperti sakit kepala dan kelelahan.

    5. Darah tinggi
    Konsumsi kopi secara berlebihan berpotensi dapat meningkatkan tekanan darah karena efek stimulannya terhadap sistem saraf.

    6. Buang air kecil tak tertahankan
    Meningkatnya frekuensi buang air kecil merupakan efek samping mengonsumsi kopi yang paling umum. Terkadang, efek ini disertai dengan rasa ingin pipis yang tak tertahankan. Bagi Anda yang memiliki infeksi saluran kemih, sebaiknya jangan dulu mengonsumsi kopi.

    Ada beberapa cara untuk memaksimalkan efek kesehatan kopi. Misalnya, dengan tidak menambahkan gula ke dalam kopi karena gula memiliki kalori yang tinggi. Penambahan gula malah akan mematahkan fungsi kopi sebagai pembakar lemak yang efektif. Selain itu, nikmati kopi Anda dengan menyeduhnya dan saring dengan kertas saring. Pasalnya, kopi yang tidak disaring mengandung zat bernama cafestol yang dapat meningkatkan kolesterol. 

    Terakhir dan yang paling utama adalah memerhatikan jumlah konsumsi kopi Anda. Jumlah kafein yang disarankan per harinya adalah sekitar 400 mg. Di dalam satu cangkir kopi berukuran 240 ml, biasanya mengandung 100 mg kafein. Jadi jika dihitung dalam ukuran cangkir, Anda bisa mengonsumsi kopi hingga 4 cangkir per harinya.

    SEHATQ


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.